Ketua Ikadubas Jateng Berbicara Bagaimana Menjaga Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Bangsa

Surakarta – Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja semakin tak terelakkan. Dari waktu ke waktu, banyak bahasa gaul terus bermunculan. Jika ditelisik lebih mendalam, bahasa gaul tersebut rupanya berasal dari sebuah atau gabungan kata yang disingkat, dibalik ataupun diubah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah bahasa ala anak kekinian. Hal ini tentu menjadi ironi bagi kita bersama.

Pada Senin, 19 Desember lalu, Ketua Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) Jawa Tengah, Rafi Fauzi Wibowo berbicara bagaimana menjaga identitas bangsa dalam hal ini adalah bahasa Indonesia. Menurut pria berkaca mata ini, untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia harus bisa menyeimbangkan dalam penggunaan media sosial sehingga lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

“Anak muda sekarang tidak lepas dari yang namanya gawai. Jadi menurut saya, anak-anak muda ini harus bisa menyeimbangkan mana penggiat di media sosial yang harus kita ikuti. Kita bisa mengikuti misalnya influencer yang fokus di bahasa Indonesia, itu banyak banget sekarang,” tutur Rafi seperti dalam siaran program Presisi yang disiarkan Radio Persada FM.

Sebagai Ketua Ikadubas Jateng, Rafi bersama teman-temannya yang tergabung dalam Ikadubas seringkali berperan sebagai polisi bahasa. “Ketika masuk di dunia perkuliahan, kami ini senang sekali untuk menjadi polisi bahasa. Kita suka diskusi sama teman atau main tebak-tebakkan ini bahasa bakunya yang benar yang mana nih. Saya dan teman-teman saya ketika bercerita, tanggapan mereka ternyata positif,” ungkap Rafi.

Ini menunjukkan, lanjut Rafi, bahwa generasi muda itu sebenarnya memiliki kesadaran. “Namun, perlu adanya pemantik sehingga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini tidak terasa kaku,” tambahnya.

Menurut Rafi, penggunaan bahasa Indonesia sebenarnya sudah diatur di dalam undang-undang, termasuk adanya slogan trigatra bangun bahasa yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing. “Ini perlu kesadaran juga dari adik-adik sejak dini terkait dengan bahasa Indonesia. Dan itu merupakan peran kami para duta bahasa untuk menyadarkan adik-adik kita untuk bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (Jika dibiasakan) ini semua akan menjadi sebuah kebiasaan¬†yang lama-lama akan menjadi sebuah identitas bangsa,” tandasnya.

Ikadubas Jateng merupakan sebuah ikatan atau organisasi yang menaungi duta bahasa Provinsi Jawa Tengah dan bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Ikadubas terbentuk secara resmi pada tahun 2017. (isn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *