Aksi Car Free Day Lindungi Anak dari Rokok: Dalam 15 Menit Ditemukan 2.048 Puntung Rokok

Surakarta –  Yayasan Kakak bersama dengan organisasi anak muda seperti Pemuda Penggerak, Forum Anak Surakarta dan Forum Anak Sragen pada Minggu, 12 Februari lalu melakukan aksi Car Free Day Lindungi Anak Dari Rokok dengan tema “Cegah Perokok Pemula”. Aksi ini dilakukan pada pukul 06.00 WIB – 09.00 WIB di dua titik yaitu CFD Slamet Riyadi dan Taman Kridaanggo.

Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan tingginya angka perokok usia anak. Prevalensi perokok anak
terus meningkat, 7,2 % pada tahun 2013 menjadi 9,1 % pada tahun 2018 atau setara dengan 7,8 juta. Padahal Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2019 menargetkan turun menjadi 5,4%.

Ketua Forum Anak Surakarta (FAS) Fransisca Kristiana menuturkan aksi ini
diharapkan memberikan efek yang positif bagi masyarakat Surakarta, terutama bagi anak-anak. “Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah Kota Surakarta karena telah memasukan larangan iklan, promosi dan sponsor rokok di PERDA Reklame. Kami juga mendukung Presiden Joko Widodo yang melarang penjualan rokok batangan dalam dalam Keputusan Presiden No 25 Tahun 2022. Kegiatan ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat dan menggalang dukungan untuk terlibat aktif dalam aksi melindungi anak dari rokok,” ungkap Fransisca.

Aksi serupa juga dilakukan Forum Anak Sragen yang menggunakan tagline “Beraksi” (Bebas Rokok Anak Sukowati). Aksi yang dilakukan dengan melakukan penandatangan dukungan pelarangan penjualan rokok pada anak, longmarch untuk edukasi bahaya rokok, orasi dan aksi pungut puntung untuk melihat kepatuhan Kawasan Tanpa Rokok. Dalam aksi pungut puntung rokok di Kabupaten Sragen, selama 15 menit sudah ditemukan 2.048 puntung rokok dan dua bungkus rokok.

“Kami mengkampanyekan tentang larangan iklan, promosi dan sponsor rokok, kepatuhan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan dukungan larangan penjualan rokok vatangan. Kami memiliki mimpi Kabupaten Sragen bebas dari IPS (iklan, promosi dan sponsor) rokok,” ujar Lintang Angrenggani Kusuma Ratri, koordinator Aksi CFD Forum Anak Sragen (Forasi).

Sementara itu, Ketua Pemuda Penggerak Aprilia Dian Asih Gumelar menambahkan aksi ini merupakan komitmen anak muda untuk menjadi agen of change. “Kami akan mengkawal implementasi Perda Reklame khususnya di larangan reklame rokok agar anak-anak mendapatkan perlindungan dan tidak menjadi rokok pemula. Perlu sinergi dengan banyak pihak untuk mewujudkan Kota Surakarta bebas iklan, promosi, dan sponsor rokok,” tegas Aprilia.

Hal senada juga diungkap Direktur Yayasan Kakak, Shoim Sahriyati yang mendukung penuh aksi anak muda ini. “Mereka menjadi garda depan untuk bisa melindungi diri mereka sendiri dari produk zat adiktif. Berbagai upaya dilakukan oleh industri rokok untuk membuat anak-anak berpikir bahwa rokok adalah produk normal yang tidak berbahaya. Hal inilah yang harus dilawan dengan edukasi dan dukungan kebijakan. Kebijakan larangan
penjualan rokok batangan dan larangan iklan atau promosi dan sponsor rokok akan menekan perokok pemula karena informasinya menyesatkan,” pungkas Shoim Sahriyati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *