Manfaatkan Lahan Kosong, Syaifudin Raup Cuan dengan Tanam Sayuran Bergizi Tinggi

Boyolali – Salah seorang warga Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali bernama Syaifudin (26), menyulap lahan kosong di belakang rumahnya menjadi kebun mini penghasil sayuran yang penuh gizi.

Ia menanam berbagai jenis tanaman sayuran seperti selada, sawi pakcoy, sawi caisim dan sawi pagoda. Menurutnya tanaman-tanaman tersebut memiliki masa panen yang singkat yaitu 35 – 40 hari dan banyak digemari masyarakat.

“Selain karena bentuknya yang menarik, beberapa tanaman tersebut memiliki nilai gizi yang tinggi, dan masa panen dari penyemaian hingga panen hanya memerlukan waktu paling lama 40 hari, hal ini memudahkan dalam hal perawatan dan menjualnya,” terang pria humoris itu seraya tertawa.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, Syaifudin juga memanfaatkan hasil panennya untuk dijual.

“Awalnya saya konsumsi sendiri, namun lama kelamaan karena jumlah panennya banyak, saya jual di warung milik ibu dan kadang ke pasar. Hasilnya lumayan dan bisa digunakan untuk menambah jumlah tanaman sayuran lagi,” ungkap Syaifudin.

Syaifudin menanam dengan dua cara yaitu sistem konvensional dengan menanam bibit sayuran langsung di tanah dan sistem hidroponik rakit apung memanfaatkan media styrofoam. Menurutnya, hasil sayuran hidroponik ini memiliki kualitas lebih bagus daripada sayuran yang di tanam secara konvensional.

“Bentuk daun sayuran hidroponik lebih lebar dan tebal, berbeda dengan sayuran konvensional yang berbentuk memanjang ke atas dan nampak kering di beberapa bagian. Tapi hasil panen ini tergantung juga dengan cuacanya,” ucap Uden, sapaan akrabnya.

Saat ini Syaifudin sudah memiliki pelanggan tetap. Selada hidroponiknya setiap pekan sekali rutin diambil oleh salah satu penjual produk burger di daerahnya.


Reporter: Chabib Taslim

Editor: Isna Tadzkia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *