Solo Jadi Bagian Rangkaian Imlek Nasional 2026 Bertema Harmoni Imlek Nasional

Solo – Kota Surakarta resmi menjadi bagian dari rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2577/2026 yang mengusung tema Harmoni Imlek Nasional. Hal tersebut disampaikan dalam press conference Panitia Bersama Imlek 2577/2026 di Solo, Kamis (29/1/2026).

Ketua Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Sumartono Hadinoto, mengatakan bahwa keterlibatan Solo dalam perayaan Imlek Nasional ini sejalan dengan semangat kebhinekaan dan harmoni antarumat beragama. Tema Harmoni Imlek Nasional sendiri baru diumumkan secara resmi sehari sebelumnya, pada 28 Januari 2026 di Jakarta.

“Solo menjadi bagian penting dari rangkaian Imlek Nasional. Ini menunjukkan bahwa semangat Imlek bukan hanya perayaan komunitas tertentu, tetapi perayaan budaya yang merangkul seluruh masyarakat dalam bingkai harmoni,” ujar Sumartono.

Sumartono menjelaskan, rangkaian perayaan Imlek di Solo akan berlangsung sejak akhir Januari hingga awal Maret 2026 dengan beragam kegiatan budaya, sosial, olahraga, hingga edukasi. Salah satu agenda utamaya adalah pemasangan ribuan lampion di sejumlah titik strategis kota, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Plaza Balai Kota, kawasan Jembatan Kali Pepe, hingga Pasar Besar.

Selain itu, Panitia Bersama Imlek juga menggelar lomba foto dan jurnalistik bekerja sama dengan Himpunan Seni Budaya Tionghoa (HSB) Bengawan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang berlangsung dari 1 Januari hingga 23 Februari 2026. Lomba tersebut mengangkat tema semangat Tahun Kuda Api dalam mewujudkan harmoni di Surakarta.

Agenda lainnya meliputi Imlek Fun Run 2026, workshop dan turnamen mahjong, talkshow dan motivasi bertema pendidikan dan kebudayaan Tiongkok, serta kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar di sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas umum di Solo dan sekitarnya.

Puncak kegiatan budaya akan diwarnai dengan Kirab Barongsai Keliling Kota Surakarta pada 3 Maret 2026, yang melibatkan sejumlah kelompok barongsai dengan rute berbeda di wilayah kota. Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan Perayaan Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Surakarta di Pendhapi Gedhe Balai Kota.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memeriahkan Imlek, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial di Kota Solo, sejalan dengan tema Harmoni Imlek Nasional,” tambah Sumartono.

Panitia berharap, keterlibatan Solo dalam perayaan Imlek Nasional 2026 dapat semakin mengukuhkan kota ini sebagai ruang bersama bagi keberagaman budaya dan tradisi yang hidup berdampingan secara damai.

Scroll to Top