Boyolali – PT Jasamarga Solo Ngawi (PT JSN) menggelar Apel Satuan Tugas (Satgas) Idul Fitri 1447 H/2026 sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran di ruas Tol Solo–Ngawi.
Apel yang dilaksanakan di halaman kantor PT JSN, Rabu (11/3/2026), diikuti unsur operasional jalan tol serta mitra layanan, antara lain PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), PT Jasamarga Related Business (JMRB), PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), serta unsur Kepolisian Jalan Raya (PJR).
Direktur Keuangan PT JSN, Surya Panyuluh, mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Solo–Ngawi diprediksi terjadi pada 15 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 38.240 kendaraan.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026 dengan volume lalu lintas mencapai 53.790 kendaraan.
“Selain itu, kami juga memprediksi puncak lalu lintas komuter di gerbang exit terjadi pada 22 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan exit 69.213 kendaraan dan entrance 70.573 kendaraan,” ujar Surya.
PT JSN juga memprediksi total kendaraan yang keluar (exit) selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran atau 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 747.164 kendaraan, atau rata-rata 33.962 kendaraan per hari. Angka ini meningkat 52 persen dibanding kondisi normal dan naik 0,47 persen dibanding realisasi Lebaran 2025.
Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk (entrance) diperkirakan mencapai 720.599 kendaraan, dengan rata-rata 32.754 kendaraan per hari, meningkat 51,7 persen dari kondisi normal serta naik 0,44 persen dibanding periode Lebaran 2025.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, PT JSN memastikan seluruh sumber daya telah disiapkan, mulai dari kesiapan petugas operasional, layanan transaksi, pemeliharaan jalan tol, hingga koordinasi pengamanan dan pengaturan lalu lintas bersama PJR.
Melalui kesiapan tersebut, PT JSN berharap layanan Tol Solo–Ngawi dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan lebih tenang.
