Solo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta. Karya ilustrasi digital milik Firah Aniq Imtinansyah berhasil lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang internasional NCA Triennale! The Visual Communication Design International Poster Exhibition.
Ilustrasi yang dikerjakan melalui teknik digital imaging tersebut berangkat dari eksplorasi motif kain tenun pucuk rebung khas Melayu. Karya berjudul Root Woven ini dipajang bersama karya desainer dan seniman mancanegara dalam pameran yang melibatkan 92 seniman dan desainer dari 30 negara, di antaranya Argentina, Belarus, China, Mesir, Hungaria, Meksiko, dan sejumlah negara lainnya.
Firah, mahasiswa angkatan 2023, mengirimkan satu karya ilustrasi dalam pameran internasional yang mengusung tema “Crafts of Pakistan and the World”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 1–28 November 2025 oleh Visual Communication Design Department, National College of Arts (NCA), Lahore, Pakistan.
Firah menjelaskan bahwa proses pencarian ide hingga eksekusi karya Root Woven memakan waktu sekitar tiga minggu. Selama proses tersebut, ia mendapatkan bimbingan dari dosen DKV ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso.
Mahasiswa asal Jakarta itu mengungkapkan kebanggaannya karena karyanya dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Melayu Indonesia ke kancah internasional. Firah yang memiliki latar belakang keturunan Melayu berharap motif pucuk rebung dapat semakin dikenal dan terus dieksplorasi dalam dunia desain grafis modern.
“Sebagai anak yang memiliki setengah darah Melayu, saya sangat senang bisa memperkenalkan budaya orang tua saya melalui karya ini. Semoga motif-motif khas Indonesia bisa terus berkembang dan tetap relevan dengan tren desain modern,” ungkapnya dalam rilis yang diterima.
Ketua Program Studi DKV ISI Surakarta, Rendya Adi Kurniawan, memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Ia berharap ke depan semakin banyak karya mahasiswa DKV ISI Surakarta yang dapat berpartisipasi dalam pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berani tampil di panggung global,” ujarnya.
