Mudik Lebaran 2026, Jasamarga Solo Ngawi Tambah Gardu Tol di Ngemplak dan Karanganyar

Boyolali – PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi periode mudik Idulfitri 1447 H/2026. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur Lebaran.

Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan, memastikan peningkatan kapasitas gerbang tol menjadi salah satu fokus utama tahun ini, khususnya di Gerbang Tol (GT) Ngemplak.

“Seperti yang sudah-sudah, namun kita sempurnakan di berbagai persiapan dalam hal meningkatkan kapasitas gerbang tol. Untuk tahun ini di Gerbang Ngemplak sudah kita tambahkan dua gardu tol, satu di tahun 2026 dan satunya di akhir tahun 2025 kemarin,” ujar Mery, Kamis (26/2).

Selain GT Ngemplak di Boyolali, penambahan gardu transaksi juga dilakukan di Gerbang Tol Karanganyar. Kedua gerbang tersebut dinilai menjadi titik favorit dan kerap mengalami kepadatan saat hari besar keagamaan.

“Gerbang Tol Karanganyar dan Ngemplak ini menjadi favorit kalau pas hari-hari besar seperti Lebaran. Itu menjadi gerbang-gerbang padat,” ungkapnya.

Siapkan Armada hingga Rest Area

Mery menjelaskan, persiapan lainnya meliputi kesiapan armada pengamanan, optimalisasi sistem transaksi termasuk pengisian uang elektronik, hingga kesiapan rest area agar pelayanan tetap maksimal saat puncak arus mudik.

“Kemudian rest area juga kita siapkan agar ketika di hari H semuanya bisa saling mendukung untuk mempertahankan pelayanan yang maksimal dan optimal,” katanya.

Terkait potensi cuaca ekstrem, ia mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, kondisi ruas Tol Solo–Ngawi relatif kondusif karena jalannya rata tanpa tanjakan maupun turunan curam.

“Pesan kami agar semua pengguna jalan tetap waspada, menjaga kesiapan kendaraan yang akan dikemudikan dan tentunya pengemudinya juga dalam kondisi sehat serta kelengkapan kendaraan dipenuhi dengan baik,” jelasnya.

Prediksi Lonjakan Hingga 40 Persen

PT JSN memprediksi akan terjadi peningkatan lalu lintas sekitar 40 persen dibanding hari biasa, serta naik sekitar 80 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dipicu oleh libur panjang yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta kebijakan work from anywhere (WFA).

“Itu lebih kepada karena adanya tanggal merah yang berdekatan di Lebaran dan Hari Raya Nyepi, kemudian adanya konsep WFA dari pemerintah. Jadi liburnya agak panjang, itu yang menyebabkan peningkatan lalin kami tahun ini cukup signifikan,” tutur Mery.

Secara keseluruhan, ia memastikan kesiapan operasional telah mencapai 90 persen, terlebih setelah penyesuaian tarif tol yang diberlakukan sejak 5 Januari lalu melalui proses persiapan yang matang.

“Kalau ditanya kesiapan berapa persen, saya optimis di posisi 90 persen. Kami akan terus meningkatkan dan menyempurnakan agar mendekati hari H bisa lebih siap lagi,” pungkasnya.

Scroll to Top