Respati Serukan Gerakan Pengelolaan Sampah, Tekankan Penanganan Dimulai dari Hulu

Solo – Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyerukan Gerakan Pengelolaan Sampah sebagai langkah konkret menghadapi persoalan sampah di Kota Bengawan. Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu atau sumbernya, sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.

Hal tersebut disampaikan Respati saat diskusi dan peninjauan di TPA Putri Cempo, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, pengelolaan sampah memiliki dua sisi, yakni hulu dan hilir. Pada sisi hilir, tanggung jawab berada di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sementara pada sisi hulu, peran masyarakat menjadi kunci utama.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk kita mulai dari dua sisi. Pengelolaan sampah itu ada di hulu dan hilir. Hilirnya menjadi tanggung jawab UPTD Pengelolaan Sampah di DLH, dan hulunya ini tanggung jawab semua masyarakat,” ujarnya.

Kurangi Volume Sampah ke TPA

Respati menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak tingkat rumah tangga, RT/RW, hingga pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo sekaligus memberi nilai tambah secara ekonomi melalui pemilahan dan daur ulang.

“Ini kerja bersama. Kami akan bertindak cepat dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Kita upayakan optimal untuk mengurangi volume sampah karena kita juga akan segera melakukan penataan sampah yang lama,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memilah sampah, mengelola sampah organik, serta meminimalkan sisa makanan. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program tersebut.

“Kita memerlukan keterlibatan masyarakat yang aktif, baik di rumah tangga maupun pelaku usaha. Mari sama-sama mengurangi sampah, melakukan pemilahan, serta mengelola sampah organik dan sisa makanan dengan lebih baik,” tegasnya.

DLH Siapkan Sosialisasi Hulu

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, memastikan pihaknya segera menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah dari hulu. Edukasi kepada masyarakat akan difokuskan pada peningkatan kesadaran bahwa setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

“Di hulu, kita akan gerakkan lagi pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi. Semua mempunyai tanggung jawab terhadap sampah yang diproduksi sehari-hari, sehingga penanganan dan pelayanan bisa lebih baik,” ujarnya.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kota Solo berharap sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih terintegrasi, dengan penekanan pada pengurangan dari sumbernya sebagai solusi jangka panjang persoalan lingkungan di Kota Bengawan.

Scroll to Top