UNS Kukuhkan 9 Guru Besar Baru, Dorong Peran Akademisi Wujudkan Kampus Berdampak

Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan sembilan Guru Besar baru dalam sebuah upacara yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (27/1/2026). Pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Hartono menyampaikan harapan besar agar para Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan riset-riset unggulan yang memberikan dampak nyata, baik di tingkat nasional maupun global. Ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan.

Selain itu, Prof. Hartono berharap sembilan Guru Besar tersebut mampu memperkuat budaya akademik yang kritis, inklusif, dan berkeadaban di lingkungan UNS, sekaligus menjadi teladan dalam membangun iklim akademik yang sehat dan kolaboratif. Sejalan dengan visi UNS sebagai kampus berdampak, para Guru Besar diharapkan menjadi rujukan intelektual dalam perumusan kebijakan publik serta berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan bangsa sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Prof. Hartono juga menegaskan bahwa pencapaian gelar Guru Besar merupakan puncak pengakuan akademik yang tidak diraih secara instan. Gelar tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang pengabdian dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, disertai konsistensi dalam menjaga etika akademik dan integritas keilmuan.

“Pengukuhan hari ini tidak hanya bermakna secara personal bagi para Guru Besar dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi fakultas, universitas, serta dunia akademik Indonesia,” ujar Prof. Hartono.

Ia menambahkan, UNS saat ini terus memperkuat perannya sebagai universitas berdampak sebagaimana dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam capaian akademik, tetapi juga relevan serta mampu menjadi solusi atas persoalan nyata masyarakat dan bangsa. Dalam konteks tersebut, peran Guru Besar dinilai semakin strategis sebagai pemimpin pemikiran, penggerak inovasi, dan penjaga marwah keilmuan yang berlandaskan etika, kejujuran intelektual, serta tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan. Menurutnya, jabatan Guru Besar atau Profesor merupakan jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi yang tidak sekadar menjadi puncak karier akademik, tetapi juga penanda otoritas keilmuan dan kematangan intelektual.

“Guru Besar tidak hanya dituntut unggul dalam keilmuan, tetapi juga menjadi teladan akademik, pemimpin pemikiran, serta menghadirkan kearifan moral dan sosial dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Prof. Joko.

Ia menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar pada hakikatnya merupakan pengukuhan sebuah amanah, yakni amanah untuk terus mengajar dengan kejernihan nurani, meneliti dengan integritas, serta mengabdi dengan keberpihakan pada kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Adapun sembilan Guru Besar yang dikukuhkan tersebut yakni Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan pidato pengukuhan berjudul Pembelajaran Inovatif: Investasi Strategis Kampus Berdampak dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T., Guru Besar Bidang Sains Komputasi pada Fakultas Teknik (FT) dengan pidato pengukuhan Aplikasi Komputasi Dinamika Fluida dan Perpindahan Panas pada Pengelasan Friction Stir Welding (FSW). Kemudian, Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., Guru Besar Bidang Sektor Informal Kota pada Fakultas Teknik (FT) dengan pidato Menata Tanpa Menyingkirkan: Tinjauan PKL, Ruang Publik, dan Tantangan Inklusivitas Kota.

Guru Besar berikutnya adalah Prof. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan pidato Pembangunan Keterbelakangan (Development of Under Development) dan Kebutuhan Transformasi Kritis Pendidikan Tinggi di Indonesia. Selain itu, Prof. Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Gender dan Kajian Budaya pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dengan pidato Dekolonialisasi Gender di Indonesia: Melacak Jejak Fluiditas Peran Laki-Laki dan Perempuan.

UNS juga mengukuhkan Prof. Dr. Nooryan Bahari, M.Sn., sebagai Guru Besar Bidang Penciptaan Seni Rupa pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan pidato Dari Tradisi ke Ekologi Kreatif: Riset Penciptaan Seni Rupa sebagai Paradigma Relasional (1991–2025).

Selanjutnya, Prof. Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., CBEc., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan pidato Ekonomi Sumber Daya Alam dan Transformasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan sebagai Fondasi Keilmuan Model Pariwisata Sirkular. Kemudian, Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., Guru Besar Bidang Teknologi Produksi Ternak pada Fakultas Peternakan dengan pidato Peningkatan Kinerja Reproduksi Induk Sapi Potong melalui Pemberian Pakan Kaya Protein dan Omega.

Guru Besar kesembilan adalah Prof. Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU., Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Sistem Cerdas dan Otomasi pada Fakultas Teknik (FT) dengan pidato Kolaborasi Manusia dan Mesin yang Harmonis: Rekayasa Sistem Cerdas Berkelanjutan di Era Industri 5.0 untuk Meningkatkan Kualitas Hidup.

Scroll to Top