Solo — Yayasan Nur Hidayah Surakarta mencatat sejumlah capaian penting sepanjang tahun 2025 dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Berbagai program yang dijalankan dinilai memperkuat peran yayasan dalam membangun generasi Qur’ani sekaligus memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, yayasan ini didukung 452 pegawai yang mengelola berbagai unit pendidikan dan layanan sosial. Di sektor pendidikan, jumlah peserta didik di lingkungan PAUDIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Nur Hidayah mencapai 2.118 siswa.
Sementara itu, program pesantren juga terus berkembang dengan 56 santri yang menempuh pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Nur Hidayah di wilayah Sawit dan Kebakkramat.
Dalam bidang pendidikan tinggi, capaian lulusan juga menunjukkan hasil positif. Pada 2025, sebanyak 73,9 persen lulusan SMAIT Nur Hidayah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selain itu, sebanyak 10 santri turut mengabdi di berbagai unit Nur Hidayah seperti pondok pesantren, LKSA, SMPIT, dan SMAIT, bahkan hingga lembaga mitra di luar daerah.
Prestasi akademik dan nonakademik juga berhasil diraih para siswa. Sekolah Islam Terpadu Nur Hidayah mencatat 24 prestasi tingkat internasional dan 169 prestasi tingkat nasional sepanjang tahun tersebut.
Di lingkungan pesantren, sejumlah capaian juga berhasil diraih, di antaranya Juara 1 Lomba Kode Morse MPDI tingkat nasional, Juara 3 Musabaqah Syarhil Qur’an tingkat Provinsi, 10 santri Pramuka Garuda, serta 3 santri yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an.
Dari sisi pengembangan lembaga, Yayasan Nur Hidayah melakukan rebranding Sekolah Islam Terpadu yang mencakup pembaruan logo serta penguatan sarana dan prasarana di unit PAUDIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Selain itu, pembangunan fasilitas pondok pesantren terus berlangsung bersamaan dengan proses pendirian Madrasah Aliyah (MA).
Pada sektor filantropi, lembaga amil zakat di bawah yayasan mencatat capaian signifikan. Sepanjang 2025, dana sebesar Rp2,05 miliar berhasil disalurkan kepada 36.348 penerima manfaat. Atas inovasi pengelolaan dana tersebut, LAZ Nur Hidayah meraih Penghargaan Platinum kategori Inovasi Fundraising Terbaik pada Zakat Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Zakat Nasional di Jakarta.
Penguatan kelembagaan juga ditandai dengan diterimanya SK Nomor 1634 Tahun 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kanwil Jawa Tengah yang menetapkan LAZ Nur Hidayah sebagai Lembaga Amil Zakat skala kota.
Selain kegiatan pendidikan dan sosial, yayasan juga aktif menyelenggarakan program dakwah dan kajian umum di enam lokasi dengan rata-rata peserta mencapai 695 orang di setiap kegiatan.
Fokus Strategi Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Yayasan Nur Hidayah Surakarta menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas organisasi melalui optimalisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) di setiap direktorat.
Penguatan karakter dan pembinaan Al-Qur’an menjadi salah satu fokus utama, dengan menanamkan nilai adab, kedalaman interaksi dengan Al-Qur’an, serta pembentukan pribadi Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pengembangan Sekolah Islam Terpadu akan terus dilakukan melalui modernisasi sistem pendidikan, penguatan tata kelola, serta perluasan jejaring kemitraan hingga tingkat global.
Seluruh program tersebut didukung dengan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, penguatan sumber daya manusia, serta integrasi sistem administrasi dan digitalisasi informasi organisasi.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Yayasan Nur Hidayah Surakarta menargetkan dapat terus menghadirkan pendidikan berkualitas, membentuk generasi berkarakter Qur’ani, serta memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa.
