Minggu, 20 Sep, 2026

14 Hari Berjibaku, Kebakaran TPA Putri Cempo Masuk Masa Transisi

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memasuki masa transisi penanganan bencana setelah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, berhasil dipadamkan setelah 14 hari penanganan intensif.

Meski asap akibat kebakaran telah padam secara signifikan, penanganan di kawasan TPA belum sepenuhnya berakhir. Potensi gas metana yang masih ditemukan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman.

Wali Kota Surakarta mengatakan, masa tanggap darurat telah berakhir dan selanjutnya penanganan dilakukan dalam status transisi dengan melibatkan sejumlah stakeholder.

“Alhamdulillah, tepat 14 hari, hari ini asap sudah padam. Tetapi ternyata masih ada gas metan yang harus segera kita tangani,” ujar Wali Kota Surakarta.

Pada masa transisi tersebut, BPBD, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, relawan, serta stakeholder terkait masih akan terlibat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Salah satu perhatian utama adalah keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan TPA Putri Cempo. Berdasarkan keterangan PLN, jaringan tersebut telah berdiri sejak 1976 dan menjadi salah satu bagian penting dalam menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Kota Solo.

“Ini menjadi penanganan yang prioritas agar tidak terjadi masalah listrik ke depannya,” jelasnya.

Gas Metana Jadi Fokus Penanganan

Selain memastikan kondisi kawasan aman, penanganan gas metana menjadi fokus utama pada masa transisi. Proses pendinginan dan injeksi air masih akan dilakukan untuk membantu mengendalikan kondisi timbunan sampah.

Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengambil peran dalam penanganan gas metana, termasuk menentukan metode yang aman untuk mengeluarkan gas dari timbunan sampah.

“Gas metan akan kita keluarkan dengan metode yang aman dan tidak berbahaya bagi masyarakat. Tentunya kepentingan masyarakat ini menjadi yang utama,” tegasnya.

Pemkot Surakarta juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA Putri Cempo. Evaluasi mencakup aktivitas pengelolaan sampah, penerimaan sampah baru, pembagian blok, hingga keberlanjutan fasilitas pengolahan sampah di kawasan tersebut.

Menurut Wali Kota, evaluasi diperlukan agar pengelolaan TPA ke depan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengeluarkan gas metana dari timbunan sampah lama.

“Gas metan di damping TPA ini harus keluar, harus dikeluarkan. Baru kita bicara metode sistem masuknya TPA di Putri Cempo,” ungkapnya.

Sampah Lama Akan Dikaji untuk Diolah

Pemkot Surakarta juga mempertimbangkan pemanfaatan sampah lama atau old waste melalui pendekatan waste to resource maupun teknologi pengolahan lainnya.

Pemanfaatan sampah lama tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi mengurangi timbunan sampah sekaligus menekan ketergantungan terhadap penambahan lahan baru di TPA Putri Cempo.

“Kalau penambahan lahan itu hanya memperpanjang masalah lagi. Kita akan gunakan sampah lama terlebih dahulu,” katanya.

Sementara terkait kebutuhan anggaran selama masa transisi, Pemkot Surakarta menyebut penambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) akan dilakukan apabila diperlukan. Namun, kebutuhan anggaran bukan menjadi fokus utama setelah status tanggap darurat berakhir.

Berakhirnya masa tanggap darurat juga menjadi momentum evaluasi terhadap penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Selama 14 hari, sekitar 400 personel lintas stakeholder terlibat dalam upaya pemadaman dan penanganan kebakaran.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BNPB, TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara, Damkar, hingga para relawan yang bekerja selama 24 jam.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semuanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, TNI, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Udara, rekan-rekan Damkar yang tidak mengenal lelah, serta para relawan yang selama 14 hari bekerja keras 24 jam untuk memadamkan api di Putri Cempo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz