Selasa, 03 Nov, 2026

Solo Bidik Prestasi Porprov 2030, KONI Siapkan Insentif Atlet dan 20 Cabor Unggulan

Solo – Keberhasilan Kota Surakarta mengamankan posisi runner-up Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet jangka panjang. Tak sekadar mempertahankan prestasi, KONI Surakarta mulai menyiapkan strategi agar para atlet potensial tetap membela Kota Bengawan hingga Porprov 2030.

Surakarta menutup Porprov Jateng 2026 dengan raihan 79 medali emas, 72 perak, dan 70 perunggu. Capaian tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Kantor KONI Surakarta, Senin (2/11/2026).

Ketua Kontingen Surakarta atau Chief de Mission (CdM), Supriyanto, mengatakan hasil tersebut merupakan buah kerja bersama atlet, pelatih, manajer, dan jajaran KONI yang melakukan pemantauan serta evaluasi selama kompetisi.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil yang telah dirilis panitia dan data kami, kontingen Kota Surakarta telah menduduki peringkat kedua dengan perolehan medali emas 79, perak 72, dan perunggu 70,” ujar Supriyanto yang juga menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta.

Menurutnya, perolehan medali tersebut melampaui target yang telah disepakati bersama. Pada Porprov sebelumnya, Surakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan sekitar 73 medali emas.

Supriyanto juga menegaskan keselamatan dan kenyamanan atlet menjadi prioritas selama kompetisi. Pemantauan dilakukan terhadap kesehatan, konsumsi, hingga tempat tinggal atlet. Ia bersyukur seluruh anggota kontingen dapat kembali dengan selamat.

“Kita kalau menang ya menang satria, kalau kalah juga kalah satria. Inilah kemampuan dan kekuatan kami yang kami persembahkan,” katanya.

Insentif untuk Jaga Loyalitas Atlet

Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu, mengatakan hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembinaan menuju Porprov XVIII di wilayah Kedu Raya pada 2030.

Salah satu program yang disiapkan adalah pemberian insentif bagi atlet peraih medali emas yang masih memiliki potensi untuk memperkuat Surakarta pada kompetisi mendatang.

“Kita berharap atlet-atlet yang masih berpotensi ke depan tetap membela nama harum Kota Surakarta. Salah satu program yang belum pernah dilaksanakan pengurus sebelumnya adalah memberikan insentif selama menjelang Porprov 2030,” tutur Her Suprabu.

Program tersebut diharapkan menjaga motivasi sekaligus memperkuat komitmen atlet untuk tetap membela Kota Surakarta. Pemberian insentif nantinya mempertimbangkan persyaratan dan potensi masing-masing atlet.

Her mencontohkan sejumlah cabang olahraga yang berhasil melampaui target. Panahan yang semula ditargetkan meraih tiga medali emas berhasil menyumbangkan tujuh emas. Sementara judo mencatat peningkatan dari target satu menjadi lima medali emas.

Di sisi lain, sejumlah cabang olahraga yang belum memenuhi target juga akan dievaluasi agar pembinaan berikutnya lebih efektif.

Tetapkan 20 Cabor Unggulan hingga 2030

Selain insentif, KONI Surakarta tengah menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) bersama Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS). Dokumen tersebut akan menjadi pedoman pembinaan dan pengembangan olahraga hingga 2030.

Secara konsep, DOD telah menetapkan 20 cabang olahraga unggulan sebagai fokus pembinaan. Penentuan prioritas akan mempertimbangkan potensi dan perkembangan prestasi masing-masing cabang olahraga.

Program Pusat Latihan Kota (Puslatkot) juga akan diselaraskan dengan DOD agar proses pembinaan berjalan lebih terarah.

Her Suprabu menegaskan pembinaan atlet muda tetap menjadi perhatian utama. Keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) diharapkan mendukung proses pencarian dan pengembangan bibit atlet potensial.

“Solo tetap mengedepankan pembinaan atlet-atlet muda. Keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) mendukung pembibitan atlet,” kata Her.

Pembinaan berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga regenerasi sekaligus mengantisipasi perpindahan atlet potensial ke daerah lain.

Dengan modal 79 medali emas dan posisi runner-up Porprov Jateng 2026, KONI Surakarta kini mulai membangun fondasi menuju kompetisi 2030. Penguatan 20 cabor unggulan, insentif atlet, serta pembinaan usia muda menjadi bagian dari strategi untuk menjaga prestasi Kota Bengawan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STANDBY
Persada FM 102.2 MHz