Koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Hadir di 9 Hotel, Pemkot Solo Bidik Wisatawan
Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghadirkan koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris di sembilan hotel wilayah Solo Raya melalui pameran temporer pada 9–16 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan warisan budaya Kota Solo kepada wisatawan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap koleksi museum.
Pameran digelar dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional 2026. Sembilan hotel yang menjadi lokasi pameran yakni Solo Paragon, Megaland, The Alana, Lorin, The Sunan, Sahid Jaya, Novotel, Harris Hotel, dan The Royal Surakarta Heritage.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengunjungi pameran di Solo Paragon Hotel, Senin (12/10/2026). Ia menilai penyajian koleksi museum di lingkungan hotel menjadi cara baru untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat.
Menurut Respati, pameran tersebut memungkinkan wisatawan mengenal sejarah dan budaya Solo tanpa harus terlebih dahulu berkunjung langsung ke museum.
“Ini juga komitmen dari melestarikan, memperkenalkan dan memperluas akses masyarakat warisan budaya di Kota Surakarta. Jadi intinya kami mempromosikan warisan budaya yang ada di Museum Radya Pustaka dan Keris untuk dikenalkan di hotel-hotel yang ada di Solo bahkan di Solo Raya untuk mendapatkan perhatian lebih. Ini juga untuk mengoptimalkan koleksi museum kami dipamerkan di hotel-hotel,” ujarnya.
Selain melalui pameran temporer, Pemkot Solo juga mendorong optimalisasi museum melalui rencana revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris dengan dukungan Kementerian Kebudayaan.
Revitalisasi tersebut diproyeksikan menghadirkan tampilan museum yang lebih segar dan menarik sehingga dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.
“Upaya revitalisasi nanti menghadirkan tampilan baru museum. Saya optimistis bantuan dari Kementerian Kebudayaan di tahun ini akan mengubah wajah museum Kota Solo,” kata Respati.
Ia berharap museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang memperkenalkan identitas, sejarah, dan budaya Kota Solo.
Pengembangan museum dan promosi warisan budaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, sejalan dengan target pengembangan wellness tourism pada 2030.
“Semoga ini menular dan menarik turis juga. Dan saya optimistis 2030 wellness tourism akan banyak mendatangkan wisatawan dari mancanegara,” imbuhnya.
Melalui pameran temporer di sembilan hotel tersebut, Pemkot Solo berupaya membawa warisan budaya lebih dekat kepada wisatawan. Strategi ini sekaligus menjadi alternatif promosi museum agar koleksi sejarah dan budaya Solo dapat dikenal oleh khalayak yang lebih luas.
