Minggu, 18 Okt, 2026

Pemkot Solo dan Kemenag Perkuat Pembinaan Remaja, 6.500 Siswa Telah Dijangkau Program BRUS

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo memperkuat pembinaan generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU di Gedung Dakwah Mamba’ul ‘Ulum Solo, Rabu (14/10/2026).

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Solo Respati Ardi bersama Kepala Kantor Kemenag Solo Ahmad Ulin Nur Hafsun. Kerja sama ini bertujuan memperkuat karakter, moral, dan keimanan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi 2030.

Melalui program BRUS, remaja dibekali penguatan karakter, pemahaman keagamaan, serta kecakapan menghadapi tantangan kehidupan. Sementara itu, BRUN memberikan pembekalan mengenai kesiapan memasuki kehidupan berkeluarga, mulai dari kematangan diri, komunikasi, hingga tanggung jawab membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pembinaan remaja menjadi hal penting untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul sekaligus menjaga stabilitas Kota Surakarta.

Menurutnya, bonus demografi dapat menjadi peluang bagi kemajuan bangsa karena penduduk usia muda dan produktif akan mendominasi. Namun, kondisi tersebut juga berpotensi menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan penguatan karakter, moral, serta keimanan.

“Ini menjadi penting karena 2030 ada bonus demografi, di mana usia penduduk, usia muda, dan usia produktif adalah mayoritas penduduk bangsa Indonesia. Namun ini seperti pedang bermata dua, jika kita tidak siapkan fundamental keimanan dan ketakwaan remaja, akan terjadi kriminalitas, degradasi keimanan dan lain-lain,” ujar Respati.

Ia menekankan pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan sebagai salah satu upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Respati juga mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk menggunakan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar nilai-nilai moral dan keagamaan lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Penting untuk menginstal, mengajak anak-anak muda kembali ke rumah ibadah supaya diisi keimanan dan ketakwaan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Solo Ahmad Ulin Nur Hafsun menjelaskan, penandatanganan MoU menjadi bentuk sinergi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, serta penguatan keluarga sakinah.

Menurutnya, pemerintah dan berbagai pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral.

Program BRUS di Kota Solo telah menjangkau 25 sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK, dengan total sekitar 6.500 siswa yang telah mendapatkan pembinaan.

Adapun program BRUN juga telah berjalan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Program ini diharapkan membantu generasi muda memahami pentingnya kesiapan diri sebelum memasuki pernikahan dan membangun keluarga.

“Kita di Solo Raya menganggap penting penandatanganan MoU terkait sinergi pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, dan penguatan keluarga sakinah karena kita punya tanggung jawab moral menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral,” imbuh Ahmad.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Solo dan Kemenag berharap pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih terarah, baik dalam membangun karakter selama usia sekolah maupun mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STANDBY
Persada FM 102.2 MHz