Rabu, 05 Agu, 2026

Ratusan Siswa SD di Solo Belajar Wayang Babad Kartasura Lewat Aksi Mewarnai Bersama

Solo – Sebanyak lebih dari 200 siswa SD Negeri Mojosongo V Surakarta mengikuti aksi massal mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura sebagai upaya mengenalkan seni tradisi sejak usia dini. Kegiatan bertajuk Wayang Goes to School tersebut digelar di halaman sekolah pada Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) FSRD ISI Surakarta yang menggandeng Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura. Sebelum memulai aktivitas mewarnai, para siswa kelas V dan VI mendapatkan pengenalan mengenai Wayang Babad Kartasura, mulai dari bagian-bagian tubuh wayang, bahan pembuatan, gapit, warna, busana, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Agar suasana lebih menarik, narasumber dari Sanggar Wayang Gamelan Sangswara mengawali penyampaian materi dengan tembang dolanan. Setelah itu, para siswa diajak menuangkan kreativitas dengan mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura pada media kertas A4 menggunakan berbagai alat gambar seperti pensil warna, pastel, spidol, dan media lainnya.

Program tersebut merupakan rangkaian Hibah PISN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 bertajuk “Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.” Tim pelaksana dipimpin oleh dosen DKV FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, bersama Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, Sri Murwanti, serta mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya mengenai karakter wayang hingga pilihan warna yang sesuai untuk setiap tokoh. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya lokal melalui pendekatan yang menyenangkan.

Kepala SD Negeri Mojosongo V Surakarta, Tukadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan seni tradisi, khususnya wayang, perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua Tim Hibah PISN sekaligus dosen DKV FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan bahwa kegiatan Wayang Goes to School dirancang sebagai alternatif media pembelajaran yang memadukan unsur edukasi dan rekreasi sehingga siswa dapat belajar budaya dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, FSRD ISI Surakarta berharap minat anak-anak terhadap seni tradisi terus tumbuh, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian Wayang Babad Kartasura sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *