Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Siapkan Penyuluhan AIDS melalui Pelatihan Canva di Laweyan
Solo – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMA DKV ISI Surakarta menyiapkan program penyuluhan AIDS bagi masyarakat Kampoeng Batik Laweyan, Kota Solo. Program tersebut dikemas melalui pelatihan desain menggunakan aplikasi Canva sebagai sarana edukasi dan penyampaian informasi kesehatan.
Persiapan program dilakukan melalui koordinasi dan perencanaan bersama mitra di Posyandu Kampoeng Batik Laweyan pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Anggota Tim Memoria PPK Ormawa DKV ISI Surakarta, Tasya Putri Wardhana, mengatakan koordinasi diikuti tim PPK Ormawa HIMA DKVISKA, Lurah Kampoeng Batik Laweyan, pengurus Posyandu, serta sejumlah warga setempat.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai kebutuhan program, mulai dari tujuan kegiatan, sasaran peserta, materi pelatihan, pembagian tugas, hingga teknis pelaksanaan. Perencanaan dilakukan agar kegiatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Lurah Kampoeng Batik Laweyan, Kasriyati, berharap program tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan, tetapi juga meningkatkan keterampilan warga dalam memanfaatkan teknologi desain digital.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan desain digital sebagai media penyampaian informasi,” ujar Kasriyati.
Sementara itu, dosen pembimbing PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta, Ipung Kurniawan Yunianto, mengatakan pelatihan Canva diharapkan dapat menjadi media alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi sekaligus memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar.
Menurutnya, kemampuan merancang media komunikasi secara sederhana melalui Canva dapat membantu warga membuat materi informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Program ini menggabungkan edukasi kesehatan terkait AIDS dengan peningkatan keterampilan desain digital. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu membuat dan menyebarkan materi edukasi secara mandiri.
