Wakil Wali Kota Solo Tekankan Kemandirian dan Karakter kepada Mahasiswa Baru
Solo – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan pentingnya kemandirian dan pembentukan karakter kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembekalan mahasiswa baru, Rabu (2/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Astrid memberikan materi penguatan karakter sekaligus berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan dan berkiprah di dunia akademik. Ia mengatakan, mahasiswa baru membutuhkan bekal dan motivasi karena perjalanan di perguruan tinggi akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan.
“Materi dari saya pada siang hari ini tentunya bisa menjadi bekal untuk teman-teman menjadi mahasiswa sejati. Saya tahu banget bahwa mahasiswa baru ini butuh semangat, butuh pegangan, dan bekal juga karena perjalanannya panjang sebagai seorang mahasiswa,” ujar Astrid.
Astrid menjelaskan, status mahasiswa membawa konsekuensi berupa perubahan sikap, baik secara emosional maupun mental. Berbeda dengan siswa, mahasiswa dituntut lebih mandiri, proaktif, serta memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
Ia pun mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan dan organisasi selama berada di lingkungan kampus. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia profesional.
“Ambillah peran itu sebanyak-banyaknya. Nama perjalanannya mahasiswa, nanti perannya itu langsung dekat dengan masa depan kita,” katanya.
Astrid juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik. Karakter yang kuat, kata dia, terbentuk melalui kedalaman jiwa, moral, budi pekerti, serta berbagai pengalaman dalam kehidupan.
Ia menyebut terdapat empat faktor utama yang memengaruhi pembentukan karakter seseorang, yakni genetik, lingkungan, pendidikan, dan pengalaman. Karena itu, mahasiswa diminta cermat dalam memilih lingkungan pergaulan.
Astrid mengingatkan mahasiswa agar membangun pergaulan yang positif dan konstruktif. Terlebih, terdapat sejumlah tantangan sosial yang perlu diwaspadai generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
“Pengalaman itu paling mahal. Bahkan kegagalan pun akan menjadi guru atau pelajaran untuk kita lebih baik lagi. Hati-hati memilih lingkungan yang positif dan konstruktif yang bisa membangun kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Astrid menyoroti lima nilai utama dalam penguatan pendidikan karakter, yakni religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.
Khusus mengenai kemandirian, Astrid meminta mahasiswa tidak selalu bergantung kepada orang lain dan mampu menjadi penggerak bagi dirinya sendiri. Menurutnya, motivasi internal menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
“Kemandirian ini perlu dimiliki sebagai nilai dari mahasiswa. Karena kalau enggak mandiri, nanti enggak selesai-selesai skripsinya. Kembali lagi, motivasinya adalah dalam diri kita sendiri,” pungkas Astrid.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru Universitas Sugeng Hartono diharapkan mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan lebih mandiri, membangun karakter yang kuat, serta aktif mengambil peran dan berkontribusi di masyarakat.
