Senin, 07 Sep, 2026

348 Gamer Adu Skill di Lima Polsek, Ini Daftar Juara Turnamen Free Fire Polresta Surakarta

Solo – Sebanyak 348 gamer dari 87 tim adu strategi dalam Turnamen E-Sport Free Fire Season 2 Piala Kapolsek yang digelar serentak di lima Polsek jajaran Polresta Surakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

Lima lokasi yang menjadi arena pertandingan yakni Polsek Laweyan, Banjarsari, Serengan, Jebres, dan Pasar Kliwon. Mako Polsek yang biasanya menjadi tempat pelayanan masyarakat malam itu berubah menjadi arena kompetisi para gamer.

Setiap tim terdiri dari empat pemain. Mereka tak hanya dituntut memiliki kemampuan individu, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi, menyusun strategi, mengambil keputusan cepat, dan menjaga kekompakan untuk meraih Booyah.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, turnamen tersebut mendapat antusiasme tinggi dari generasi muda.

“Turnamen E-Sport Free Fire Season 2 malam ini diikuti sebanyak 87 tim. Setiap tim terdiri dari empat pemain dan pertandingan dilaksanakan serentak di lima Polsek jajaran,” kata AKP Lingga, Sabtu malam.

Menurutnya, turnamen tidak hanya menjadi ajang kompetisi permainan digital, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam kegiatan yang positif.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kompetisi yang positif sekaligus mendekatkan Polri dengan generasi muda melalui aktivitas yang mereka gemari,” ujarnya.

Ini Daftar Juara di Lima Polsek

Persaingan di masing-masing Polsek berlangsung sengit hingga akhirnya melahirkan tiga tim terbaik.

Di Polsek Laweyan, Tim Indonesia keluar sebagai Juara I. Tim ini diperkuat Angga Indra sebagai kapten bersama Dzaky, Zhafran, dan Rizky.

Juara II diraih Aim Petot x Inastar yang diperkuat M. Zidane, Syahriel, Defgi, dan Dafa. Sementara The Minions yang diperkuat Reza, Bagas, Raffi, dan Daffa menempati posisi Juara III.

Berikutnya di Polsek Banjarsari, Timnas Surakarta menjadi Juara I dengan Farel Girindra Saktiadi, Tegar Adam Syahputra, Raka Wahyu, dan Rafi Ilham Ramadani.

Durung Maem menempati Juara II dengan anggota Dewantara, Abdul Aziz, Bilal Putra Ardiansyah, dan Galang Bramantio. Sedangkan Sumber Horor meraih Juara III dengan pemain Pluto Aditya Pratama, Kenan Aprilio Putra Pramono, Reno Marpelo Syaputra, dan Ridwan Dwinanda Amulia.

Di Polsek Serengan, YMY5 berhasil menjadi Juara I. Tim tersebut diperkuat Syafiq, Fatan, Kevin, dan Isham.

Posisi Juara II ditempati Four People Need Immo dengan anggota Nafis Hafuza, Aji Nur Sidik, Jason Hanuch Saputra, dan Hendrawan Putra Prayuda.

Sementara SMK Batik 1 yang diperkuat Yongky Alif Syafei, Muhammad Sandy Luthfi Pasha, Rahardian Trisna Maulana Akbar, dan Wilsa Ervanda Adi Wardana meraih Juara III.

Persaingan di Polsek Jebres juga berlangsung ketat. Kansai Heaven berhasil keluar sebagai Juara I dengan pemain Bayu Zakkiyah, Muhammad Abiyan Saputra, Sutanto Etgar Wahyu Pratama, dan Idam Putra.

Juara II diraih UNS Invictus yang diperkuat Yusrizal Dicky Nugraha, Muhammad Duta Esa Muthi, Muhammad Erlangga, dan Mohammad Farrel Febiansyah.

Sedangkan Hebatmantap meraih Juara III dengan anggota Muhammad Alfi Okseven, Muhammad Afgan Yasa N., Yusuf Khoirudin, dan Jonathan Restanu M.

Sementara itu, Polsek Pasar Kliwon menempatkan New Era sebagai Juara I. Tim tersebut diperkuat Rafi Febian, Wisnu Aji Pamungkas, Rizki Amsyar, dan Geral Qolifatul.

Juara II diraih SIMPON dengan anggota Hisyam Azil Kharim, Tirta Nur Ramadhan, Fajar Aji Wicaksono, dan Arkan Ibra Athallah.

Sedangkan Liar Team yang diperkuat Marfel Muhamad Gandi, Arvin Nur Aydin Rizqullah, Dava Bintang Setiawan, dan Fahry Geovan Satya Jaya meraih Juara III.

Dapat Uang Pembinaan

Selain gelar juara, tiga tim terbaik di masing-masing Polsek juga mendapatkan uang pembinaan.

Juara I memperoleh Rp500 ribu, Juara II Rp300 ribu, dan Juara III Rp200 ribu. Dengan demikian, setiap Polsek menyiapkan total uang pembinaan sebesar Rp1 juta untuk tiga tim terbaik.

Keseruan turnamen juga mendapat dukungan dari orang tua peserta. Sejumlah orang tua terlihat hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada anak mereka.

Salah satunya Endah yang menunggu anaknya bertanding di Polsek Laweyan. Ia menilai turnamen e-sport tersebut menjadi kegiatan positif karena tidak hanya mengasah kemampuan bermain, tetapi juga membangun kekompakan dan kerja sama.

“Kegiatan ini sangat positif bagi anak karena bisa menumbuhkan karakter anak untuk maju bersama dalam satu tim. Sebelumnya dilaksanakan di Polresta Surakarta, malam ini digelar di Polsek,” ujar Endah.

Ia berharap para orang tua terus memberikan dukungan terhadap minat anak selama diarahkan pada kegiatan yang positif.

“Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan memberikan support kepada anak. Semoga mereka selalu kompak dan bisa menjadi pemenang,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan Aan, salah satu guru SMP Kristen 1 Surakarta. Menurutnya, kompetisi e-sport dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kegemaran sekaligus mengembangkan potensi dan mengejar prestasi.

Polresta Surakarta memastikan turnamen e-sport tersebut akan terus dikembangkan sebagai wadah positif bagi generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat menjaring bibit-bibit baru di dunia e-sport.

Turnamen Free Fire Season 2 Piala Kapolsek pun menunjukkan bahwa kompetisi game tidak hanya berbicara soal mendapatkan Booyah. Di balik pertandingan, ada strategi, komunikasi, sportivitas, dan kekompakan yang menjadi kunci untuk membawa sebuah tim menjadi juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz