Astrid Widayani Apresiasi Fun Game 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Solo
Solo – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi penyelenggaraan Fun Game 2026 yang digelar SSB Madya Pemda sebagai upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kota Solo. Menurutnya, kompetisi semacam ini menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun mental bertanding sejak usia muda.
Astrid hadir sekaligus menyaksikan jalannya pertandingan di Lapangan Kartopuran, Minggu (12/7/2026). Pada hari kedua pelaksanaan, turnamen mempertandingkan kelompok usia (KU) 2014 dan KU 2016. Selain diikuti tim putra, ajang ini juga menghadirkan pertandingan sepak bola putri, termasuk penampilan perdana SSB Madya Pemda Women.
Astrid menilai keberadaan kompetisi usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak pesepak bola masa depan. Menurutnya, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar latihan rutin, yakni kesempatan merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.
“Kami mengapresiasi SSB Madya Pemda yang telah menyelenggarakan turnamen usia muda ini. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Astrid.
Ia mengatakan, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi dari Kota Surakarta. Selain mengasah kemampuan teknik, pertandingan juga menjadi sarana membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.
“Ajang seperti ini menambah optimisme kita bahwa pembinaan sepak bola usia dini terus berkembang. Anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki ruang untuk berekspresi dan menampilkan keahlian yang selama ini mereka asah,” katanya.
Astrid berharap turnamen serupa dapat menjadi agenda rutin sehingga lebih banyak pemain muda memperoleh pengalaman bertanding sejak dini sebagai bekal untuk jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan. Anak-anak tidak hanya memiliki kesempatan untuk berlatih, tetapi juga merasakan suasana pertandingan yang sesungguhnya. Pengalaman itu penting untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka saat bertanding,” ungkapnya.
Di akhir kunjungannya, Astrid mengingatkan seluruh peserta agar selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bertanding. Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam olahraga, melainkan proses belajar menghargai lawan, disiplin, dan bekerja sama.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Yang paling penting adalah bermain dengan semangat, disiplin, saling menghormati, dan menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal bagi anak-anak, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tutupnya.
Fun Game 2026 SSB Madya Pemda berlangsung selama dua hari dengan melibatkan sejumlah Sekolah Sepak Bola dari berbagai daerah pada kelompok usia 2014, 2015, 2016, dan 2017. Turnamen ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memberikan pengalaman kompetitif bagi para pemain muda.
Laporan : Chabib Taslim
