Minggu, 20 Sep, 2026

Parenting Akbar SIT Nur Hidayah Hadirkan dr. Gamal Albinsaid dan Prof. Sukro Muhab, Bahas Ketangguhan Mental hingga Tantangan AI

Sukoharjo – Mempersiapkan generasi muda menghadapi era kecerdasan buatan (AI) tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik. Kesadaran diri, ketangguhan mental, dan karakter yang kuat dinilai menjadi bekal utama agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi dan Parenting Akbar SIT Nur Hidayah yang menjadi puncak rangkaian Enhavagansa XIV bertema “From Surviving to Growing: Building Self Awareness and Mental Resilience” di Edutorium UMS, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang melibatkan seluruh unit pendidikan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah, mulai dari PAUD IT, SD IT, SMP IT, hingga SMA IT Nur Hidayah itu menghadirkan dua narasumber nasional, yakni dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed. dan Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia.

Dalam sesi motivasi, dr. Gamal Albinsaid mengajak para siswa untuk memiliki orientasi hidup yang lebih luas daripada sekadar mengejar nilai akademik. Menurutnya, keberhasilan sejati adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui kisah perjalanan hidup dan inovasi yang pernah ia bangun di bidang kesehatan, dr. Gamal mendorong peserta agar berani menghadapi tantangan dan memanfaatkan masa muda untuk berkarya.

“Nikmatilah tantangan, karena di sanalah anak hebat, kuat, dan tangguh dibesarkan. Kalau kita menyempurnakan niat, maka Allah akan menyempurnakan pertolongan-Nya,” ujar dr. Gamal.

Sementara itu, Prof. Sukro Muhab menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, robotika, dan kecerdasan buatan yang akan mengubah lanskap dunia kerja di masa depan. Karena itu, menurutnya, sekolah dan keluarga perlu membekali anak dengan kompetensi yang relevan agar mampu bersaing sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Ia menjelaskan, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) terus mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan generasi Ulil Albab, yakni generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, karakter, dan spiritualitas.

Selain penguasaan future skills, Prof. Sukro juga menekankan pentingnya membangun growth mindset, baik bagi guru maupun peserta didik. Menurutnya, anak perlu dibiasakan berani mencoba, tidak takut gagal, mampu beradaptasi, memiliki daya lenting (resilience), serta semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Ia juga memperkenalkan pendekatan pembelajaran TERPADU, yang meliputi telaah, eksplorasi, rumuskan dan presentasikan, serta aplikasikan dalam kehidupan dunia maupun ukhrawi.

Tak hanya menyajikan materi parenting, acara juga dimeriahkan berbagai penampilan seni dari siswa PAUD IT, SD IT, SMP IT, dan SMA IT Nur Hidayah. Mulai dari paduan suara, vocal group, hingga Tari Ratoh Jaroe yang mendapat sambutan meriah dari para orang tua dan peserta.

Melalui kegiatan ini, SIT Nur Hidayah berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak menghadapi tantangan masa depan, sekaligus membentuk generasi yang tangguh secara mental, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Laporan : Chabib Taslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz