Minggu, 20 Sep, 2026

PMI Surakarta Gembleng Relawan Kuasai Water Rescue, Siapkan SATGANA Hadapi Bencana

Solo – Meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta memperkuat kapasitas relawannya. Salah satunya melalui Pelatihan Water Rescue dan Navigasi Darat yang digelar selama dua hari di Waduk Tirtomarto Delingan, Kabupaten Karanganyar, pada 10–11 Juli 2026.

Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari unsur Korps Sukarela (KSR) perguruan tinggi, Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS), hingga anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) se-Kota Surakarta. Mereka dipersiapkan menjadi bagian dari Satuan Penanggulangan Bencana (SATGANA) PMI Kota Surakarta yang siap diterjunkan saat terjadi keadaan darurat.

Kepala Bagian Pelayanan Sosial PMI Kota Surakarta, Wanto, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi bencana, khususnya operasi penyelamatan di wilayah perairan maupun kawasan hutan.

“Pelatihan Water Rescue dan Jungle ini diikuti oleh 19 unit KSR dari perguruan tinggi, FORPIS, dan anggota SIBAT se-Surakarta. Tujuannya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam operasi penyelamatan di perairan maupun kawasan hutan agar dapat menjadi anggota SATGANA PMI Kota Surakarta. Ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan, mereka sudah siap diterjunkan ke lapangan,” ujar Wanto.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik. Mereka belajar membaca peta, menggunakan kompas, mengenali orientasi medan, hingga menguasai teknik dasar penyelamatan di air.

Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan perlengkapan keselamatan, melakukan evakuasi korban di perairan, serta mengikuti simulasi penyelamatan yang dirancang menyerupai situasi darurat. Simulasi tersebut bertujuan melatih kemampuan komunikasi, koordinasi tim, dan pengambilan keputusan dalam kondisi berisiko tinggi.

Salah satu peserta, Rivaldo, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang tidak diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, praktik langsung di waduk membuat peserta memahami tantangan nyata saat melakukan operasi penyelamatan.

“Hari pertama kami mendapatkan materi mengenai pengenalan alat-alat yang digunakan dalam operasi water rescue, teknik dasar penyelamatan, serta prosedur keselamatan bagi penolong maupun korban. Kemudian pada hari kedua kami melaksanakan simulasi water rescue secara langsung di waduk sehingga materi yang telah dipelajari dapat dipraktikkan di lapangan,” katanya.

Rivaldo menilai keterampilan teknis saja tidak cukup. Seorang relawan juga harus mampu bekerja sama dalam tim dan tetap tenang ketika menghadapi situasi darurat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami mendapat pengalaman yang sangat berharga. Saya menjadi lebih memahami bagaimana bekerja sama dalam tim, pentingnya menjaga keselamatan diri sebelum menolong orang lain, serta bagaimana menghadapi situasi darurat dengan tetap tenang. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin agar kemampuan relawan terus berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih Water Rescue PMI, Ari Kristyono, menjelaskan seluruh materi yang diberikan merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki relawan sebelum diterjunkan dalam operasi penyelamatan.

Peserta dibekali teknik penggunaan life jacket dan helm penyelamat, teknik berenang penyelamatan, penggunaan throw bag, teknik evakuasi menggunakan tali, hingga cara mendekati korban di air dengan aman agar penolong tidak ikut menjadi korban.

“Seluruh teknik tersebut merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai setiap relawan sebelum diterjunkan dalam operasi penyelamatan,” jelas Ari.

Ia berharap pelatihan serupa terus dilakukan secara berkala karena kemampuan water rescue hanya dapat dipertahankan melalui latihan yang rutin dan berkesinambungan.

“Saya berharap latihan seperti ini terus diulang secara berkala karena keterampilan water rescue merupakan kemampuan yang harus terus diasah. Semakin sering berlatih, maka kesiapan relawan dalam menghadapi kondisi darurat akan semakin baik sehingga mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Chabib Taslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz