Rabu, 05 Agu, 2026

Respati Apresiasi FORBIS 2026, Tekankan UMKM Harus Adaptif dan Berorientasi pada Dampak

Solo – Wali Kota Surakarta, Respati, mengapresiasi penyelenggaraan FORBIS Talkshow Business Matching 2026 yang dinilai mampu menghadirkan lebih dari sekadar forum bisnis. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga calon wirausaha melalui pendampingan dan akses permodalan.

Saat menghadiri kegiatan yang digelar Minggu (12/7/2026), Respati menilai konsep FORBIS relevan dengan tantangan dunia usaha saat ini. Ia menyebut, UMKM tidak cukup hanya mampu menjual produk, tetapi juga harus dibekali pendampingan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Yang paling penting bukan hanya mengajarkan berjualan, tetapi ada pendampingan dan bantuan modal. Ini luar biasa dan saya optimistis dapat mengangkat UMKM kita,” ujar Respati.

Tak hanya menyoroti pelaku usaha, Respati juga memberikan perhatian pada keterlibatan pelajar SMA yang ikut menampilkan produk dan ide bisnis dalam pameran tersebut. Menurutnya, pengalaman berwirausaha sejak usia sekolah menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

“Saya tadi luar biasa melihat booth anak-anak SMA. Semoga ke depan kurikulum di SMA semakin banyak memberikan ruang untuk pembelajaran kewirausahaan, sehingga setelah lulus mereka sudah siap bekerja atau bahkan menjalankan usaha sendiri sambil melanjutkan kuliah,” katanya.

Respati menilai generasi muda perlu dibiasakan mengenal dunia bisnis sejak dini agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dengan pelaku usaha dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan.

Selain membangun mental berwirausaha, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kemampuan UMKM membaca perubahan tren pasar. Ia mencontohkan industri makanan sehat yang kini terus berkembang dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Industri healthy food sekarang sedang berkembang. Produk rendah kalori justru memiliki nilai jual lebih tinggi. Pelaku UMKM harus mampu membaca peluang seperti ini,” jelasnya.

Di akhir kunjungannya, Respati menyebut FORBIS 2026 menjadi contoh kegiatan yang mampu menghadirkan praktik pemberdayaan UMKM secara nyata. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak lagi hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari dampak yang diberikan kepada masyarakat.

“Acara ini fresh sekali. Bisa menunjukkan UMKM yang benar, yaitu UMKM yang benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Keberpihakan terhadap UMKM seperti ini yang perlu terus didorong,” pungkasnya.

Laporan : Chabib Taslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *