Minggu, 20 Sep, 2026

Pemkot Solo Lakukan Penataan Kawasan Gilingan

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mendorong penataan kawasan Gilingan agar menjadi wilayah yang lebih tertata, nyaman, produktif, sekaligus memiliki potensi ekonomi yang semakin berkembang.

Upaya tersebut tidak hanya menyasar penataan fisik kawasan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, termasuk mantan pekerja seks komersial (PSK) yang selama ini beraktivitas di kawasan Gilingan.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, pemerintah bersama Camat dan Lurah Gilingan akan terus merangkul masyarakat melalui pembinaan, pembelajaran, dan pendampingan. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengubah kondisi kehidupannya.

“Ini merupakan inisiasi dari Pak Lurah bersama rekan-rekan, termasuk para pekerja seks komersial yang hari ini kita rangkul bersama. Kita ingin membantu mengubah nasib mereka melalui proses pembinaan, pembelajaran, dan pendampingan,” ujar Respati saat menghadiri Sosialisasi HIV/AIDS dan Penyerahan Simbolis Bantuan bagi Penerima Manfaat di Taman Cerdas Kelurahan Gilingan, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Respati menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sembilan orang penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para penerima.

Respati juga mengapresiasi dukungan Swiss-Belhotel Solo melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah.

“Pihak-pihak yang ada di dalam kemajuan kota, termasuk Bapak-Ibu dan saudara-saudara yang hadir hari ini, memiliki peran penting. Kita ingin mengubah wajah Gilingan menjadi daerah yang makmur, asri, dan sejahtera untuk seluruh warganya,” katanya.

Penataan Kawasan Sekitar Terminal Tirtonadi

Selain pemberdayaan masyarakat, Pemkot Surakarta juga menyiapkan penataan kawasan Gilingan, khususnya wilayah di sekitar Terminal Tirtonadi.

Respati mengatakan kawasan tersebut tidak ingin hanya dikenal sebagai kawasan transit. Ruang terbuka dan taman yang berada di sekitar kawasan akan dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berkomitmen bersama Pak Camat dan Pak Lurah untuk mengubah wajah Gilingan, khususnya kawasan di sekitar terminal, menjadi pusat potensi dan kreativitas baru. Kawasan tersebut akan kita tata, termasuk ruang terbuka dan tamannya,” jelasnya.

Menurut Respati, penataan kawasan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Perubahan yang dilakukan, kata dia, tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Pemkot Surakarta berharap penataan dan pemberdayaan tersebut dapat mengubah citra Gilingan menjadi kawasan yang lebih positif, inklusif, dan produktif.

“Kita ingin Gilingan tidak hanya dikenal sebagai kawasan transit, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki potensi kreativitas, ekonomi, dan kehidupan masyarakat yang berkembang,” tuturnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Pemkot Surakarta mendorong kawasan Gilingan berkembang menjadi wilayah yang lebih tertata sekaligus mampu memberikan peluang ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz