Kamis, 22 Okt, 2026

Solo Batik Fashion 2026 Angkat Batik Nusantara, Libatkan Pelajar SMK dan SLB

SOLO – Solo Batik Fashion (SBF) ke-18 kembali digelar dengan mengangkat tema “Nusantara” pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Graha Wisata Niaga, kawasan Taman Sriwedari, Kota Solo. Ajang ini tak hanya menampilkan karya desainer dan pelaku industri batik, tetapi juga memberi ruang bagi pelajar SMK dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Solo Batik Fashion 2026 diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), bekerja sama dengan CV Hapsanto Keishya Jaya serta berkolaborasi dengan Solo Fashion Week.

Perwakilan Solo Fashion Week, Djongko Rahardjo, mengatakan tema Nusantara dipilih untuk memperkenalkan keragaman batik dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang batik selama ini masih banyak terpusat pada Solo dan Yogyakarta, padahal daerah lain juga memiliki motif dan karakter batik tersendiri.

“Padahal kenyataannya, dari ujung Indonesia bagian timur hingga barat sudah ada kreasi batik mereka tersendiri,” kata Djongko, Selasa (20/10/2026).

Melalui tema tersebut, para desainer diharapkan mengeksplorasi motif, karakter, dan tradisi batik dari berbagai wilayah, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia.

Kepala Disbudpar Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan keterlibatan pelajar menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Siswa dari berbagai institusi pendidikan akan mendapat kesempatan menampilkan karya mereka bersama pelaku industri fesyen.

“Tidak hanya mengusung dan mengajak nama-nama terkenal saja, tetapi ada kepedulian tentang pendidikan. Nanti akan ada koleksi dari anak-anak SMK hingga adik-adik SLB,” ujarnya.

Sejumlah institusi pendidikan yang terlibat antara lain Desain Mode Universitas Sebelas Maret (UNS), SMKN 4 Solo, Primasana dari SMKN Pacitan, serta DIKSUS SLB. Mereka akan tampil bersama pelaku industri dan rumah batik, seperti Batik Danar Hadi, Hadinata Batik, Batik Riana Kesuma, dan Batik Iskandartex. Sejumlah label dan desainer yang dijadwalkan berpartisipasi di antaranya Purana by Nomita Respati dan House of Hasto.

Selain peragaan busana, SBF 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda pendukung. Pada Sabtu (31/10/2026) pukul 15.00 WIB, akan digelar bincang bersama Ketua Dekranasda Kota Surakarta, Venessa Respati Ardi, dengan tema “Di Balik Karya Solo: Mengenal Dekranasda Surakarta”, dilanjutkan peragaan busana dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, pada Minggu (1/11/2026) pukul 10.00 WIB, dijadwalkan Lomba Fashion Show Rotary bertema “Kreasi Batik Nusantara”. Adapun peragaan busana utama akan berlangsung pada kedua malam penyelenggaraan, mulai pukul 19.00 WIB.

Melalui gelaran ini, Pemkot Surakarta berharap industri kreatif berbasis batik semakin berkembang. Keterlibatan pelajar SMK dan siswa SLB juga diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STANDBY
Persada FM 102.2 MHz