Selasa, 06 Okt, 2026

UNS Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Kini Miliki 277 Guru Besar Aktif

Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan tujuh Guru Besar baru dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (6/10/2026).

Pengukuhan tersebut menambah jumlah Guru Besar aktif UNS menjadi 277 orang. Penambahan tersebut memperkuat kapasitas akademik UNS dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. mengatakan, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi penanda perjalanan panjang sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Atas nama pribadi dan atas nama UNS, saya menyampaikan selamat kepada tujuh Guru Besar baru UNS yang pada hari ini dikukuhkan. Gelar Guru Besar adalah penanda sebuah perjalanan panjang sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Prof. Hartono.

Menurutnya, jabatan Guru Besar tidak dapat diraih secara instan. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam menjaga konsistensi kepakaran, menghasilkan karya ilmiah, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Menjadi Guru Besar adalah sebuah perjalanan maraton, bukan sprint. Tidak dapat dicapai secara instan. Tidak lahir dari satu penelitian, satu publikasi, atau satu pencapaian saja. Jabatan akademik ini merupakan akumulasi dari proses panjang dalam menjaga konsistensi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Prof. Hartono menilai tanggung jawab Guru Besar semakin besar di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, transformasi dunia kerja, perubahan iklim, persoalan energi dan kesehatan, hingga dinamika sosial membutuhkan respons akademik yang lintas disiplin.

Guru Besar, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi ahli di bidang masing-masing, tetapi juga harus mampu menjadi rujukan, penggerak, dan katalisator perkembangan ilmu pengetahuan.

“Kita membutuhkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu menjawab persoalan nyata. Kita membutuhkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan sitasi, tetapi juga menghasilkan solusi. Kita membutuhkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat digunakan masyarakat,” tegasnya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya UNS memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Pendidikan diarahkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian. Sementara penelitian diharapkan menghasilkan inovasi dan solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

“Semangat inilah yang sejalan dengan agenda Kemdiktisaintek Berdampak. Kita ingin UNS semakin kuat dalam menghadirkan dampak yang dapat dirasakan, dampak bagi masyarakat, bagi pembangunan daerah, bagi dunia usaha dan industri, bagi lingkungan, dan tentu bagi bangsa Indonesia,” ungkap Prof. Hartono.

Keberadaan 277 Guru Besar aktif dinilai menjadi modal akademik yang besar bagi UNS. Namun, kekuatan tersebut perlu diorkestrasi menjadi kekuatan kolektif agar kepakaran yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas.

Prof. Hartono berharap para Guru Besar turut membangun ekosistem akademik yang sehat, kritis, terbuka, dan kolaboratif. Mereka juga diharapkan menjadi mentor bagi dosen muda, membuka ruang pengembangan bagi generasi akademisi berikutnya, serta melibatkan mahasiswa dalam berbagai riset unggulan.

Selain itu, integritas akademik menjadi hal yang ditekankan. Menurut Prof. Hartono, gelar Profesor bukan sekadar posisi dalam struktur akademik, tetapi juga tanggung jawab untuk mentransformasikan pengetahuan menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Dan yang tidak kalah penting, terus menjaga integritas akademik. Sebab pada akhirnya, gelar Profesor bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri dalam struktur akademik, tetapi tentang seberapa besar pengetahuan yang dimilikinya dapat ditransformasikan menjadi manfaat bagi orang lain,” katanya.

Pengukuhan tujuh Guru Besar baru tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi UNS untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STANDBY
Persada FM 102.2 MHz