Kamis, 01 Okt, 2026

Wisuda UNIBA, Legislator Jateng Buktikan Pendidikan Bisa Jadi Jalan Menjawab Persoalan Birokrasi

Solo – Wisuda Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta kali ini menghadirkan cerita berbeda. Di antara 204 lulusan yang mengikuti Wisuda Program Sarjana ke-59, Magister Manajemen ke-38, dan Magister Hukum ke-5 di Gedung Graha Saba Buana, Rabu (30/9/2026), terdapat pejabat publik dan legislator Jawa Tengah yang menuntaskan pendidikan di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.

Menariknya, pengalaman di dunia birokrasi dan legislatif turut menjadi bahan kajian akademik. Persoalan yang ditemui dalam pekerjaan dibawa ke ruang akademik untuk dianalisis dan menjadi bahan merumuskan solusi bagi tata kelola kelembagaan.

Dua di antaranya adalah Anggota DPRD Kota Semarang Dinda Ari Ayu Isnani dan Ketua DPRD Kabupaten Klaten Edy Sasongko.

Dinda Ari Ayu Isnani yang bertugas di Komisi D DPRD Kota Semarang menyelesaikan studi Magister Manajemen. Dalam penelitian akademiknya, ia mengangkat persoalan efektivitas sumber daya manusia dan motivasi kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Semarang.

“Pengalaman menempuh pendidikan S2 Magister Manajemen di UNIBA sangat luar biasa. Dukungan para dosen serta dinamika diskusi rekan mahasiswa membantu kami yang memiliki jadwal pekerjaan padat,” ujar Dinda.

Melalui penelitian tersebut, Dinda memfokuskan kajian pada pembenahan motivasi kerja pegawai agar pelayanan administrasi publik serta fasilitasi tugas-tugas legislasi di DPRD Kota Semarang dapat berjalan lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Klaten Edy Sasongko, S.M., merupakan lulusan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana (S1). Pengalaman panjangnya sebagai Kepala Desa hingga terpilih empat periode sebagai anggota legislatif tidak membuatnya berhenti meningkatkan kapasitas akademik.

Edy mengangkat persoalan yang berkaitan dengan kondisi pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten. Penelitiannya membahas burnout, lingkungan kerja, budaya organisasi, serta work-life balance dan kaitannya dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) para pegawai.

“Dalam penelitian, kami meneliti secara mendalam bagaimana pengaruh burnout, lingkungan kerja, budaya organisasi, serta work-life balance terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) para pegawai,” ungkap Edy.

Berdasarkan hasil analisis dan kajian yang dilakukan, Edy merumuskan solusi berupa penerapan prinsip meritokrasi dalam penataan tugas dan beban kerja pegawai berdasarkan kompetensi. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan stres kerja sekaligus mendorong pegawai berkontribusi lebih dari sekadar menjalankan tugas formal.

Pendidikan Tak Terbatas Usia

Perjalanan akademik Edy juga menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat ditempuh tanpa dibatasi usia. Di usianya yang mencapai 56 tahun, ia tetap melanjutkan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam menghadapi persoalan pemerintahan dan organisasi.

“Dunia terus berubah dan tantangan perekonomian maupun tata kelola pemerintahan semakin kompleks. Untuk menjawabnya, kita membutuhkan SDM yang adaptif. Jangan pernah lelah menuntut ilmu, karena ilmu adalah modal utama untuk memberikan pengabdian terbaik bagi daerah dan bangsa,” tegas Edy.

Dinda berharap langkah para pejabat dan legislator yang tetap melanjutkan pendidikan dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat.

“Kami ingin menginspirasi masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting dan tidak terbatas oleh usia, jabatan, maupun latar belakang profesi,” tuturnya.

Rektor UNIBA: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

Sementara itu, Rektor UNIBA Surakarta dalam amanat wisuda mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Rektor berpesan agar para lulusan mampu menjadi pembawa solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan yang ada.

“Jadilah pembawa solusi, bukan bagian dari masalah. Orang besar adalah mereka yang tetap tenang di tengah kekacauan, dan tetap memberi terang saat orang lain tenggelam dalam kegelapan. Di tengah banyaknya keluhan dan kelamnya persoalan bangsa ini, jadilah lentera bukan api yang membakar, tapi cahaya yang menerangi.” ujar rektor.

Selain itu, para lulusan didorong untuk mengedepankan kolaborasi dan tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Zaman ini tidak lagi membutuhkan orang yang hebat sendirian. Ia membutuhkan tim yang solid, yang bisa saling menguatkan, saling menopang. Belajarlah untuk bekerja sama. Bergabunglah dalam gerakan-gerakan kebaikan. Jangan berdiri sendiri, karena sejatinya kita ini diciptakan untuk hidup berjamaah, bukan berjalan seorang diri.” ungkap rektor.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga spiritualitas di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin cepat.

“Hidup di era digital sangat rentan membuat kita merasa kosong, hilang arah. Sebesar apa pun ambisi kita, sehebat apa pun ilmu kita, tetap ada kekuatan yang jauh lebih besar: Allah SWT. Mintalah petunjuk-Nya, doakan langkah-langkah kalian, dan libatkan Allah dalam setiap rencana serta cita-cita.” pungkas rektor.

204 Lulusan, 144 Raih Cumlaude

Dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, UNIBA Surakarta meluluskan 204 wisudawan dari empat fakultas. Terdiri atas 141 lulusan program Sarjana (S1) dan 63 lulusan program Magister (S2).

Sebanyak 144 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude. Fakultas Hukum meluluskan 82 orang, Fakultas Ekonomi 81 orang, Fakultas Pertanian 22 orang, dan Fakultas Teknik 19 orang.

Wisuda tersebut menjadi momentum bagi UNIBA Surakarta untuk menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, tetapi juga pada kemampuan lulusan menerapkan ilmu untuk menjawab persoalan di lingkungan kerja dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz