Rabu, 05 Agu, 2026

Walikota Pastikan Penanganan Korban Kebakaran Aspol, Siapkan Pengungsian di Loji Gandrung

Solo – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memastikan seluruh warga terdampak kebakaran di kompleks Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, mendapat penanganan darurat. Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan Guest House Loji Gandrung sebagai lokasi pengungsian sementara bagi para korban.

Respati meninjau langsung lokasi kebakaran pada Jumat (31/7/2026) sore. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menghanguskan sekitar 12 unit rumah. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 10 rumah dihuni keluarga, sedangkan dua unit lainnya dalam kondisi kosong.

“Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian kebakaran hari ini. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujar Respati.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkot Surakarta memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, seperti lanjut usia dan anak-anak. Selain Guest House Loji Gandrung, sejumlah fasilitas milik pemerintah kota juga disiapkan sebagai tempat penampungan sementara.

Respati memastikan kebutuhan dasar para penyintas akan dipenuhi selama masa pengungsian, mulai dari makanan, tempat beristirahat, hingga pakaian, terutama bagi anak-anak.

“Kita sudah siapkan dan akan segera mengevakuasi warga terdampak ke Guest House Loji Gandrung serta tempat-tempat milik Pemkot lainnya yang dapat digunakan sementara, terutama untuk lansia dan anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta ditugaskan melakukan pendataan warga terdampak, menginventarisasi tingkat kerusakan bangunan, serta menghitung kebutuhan penanganan dan rehabilitasi pascakebakaran.

Selain fokus pada penanganan korban, Respati menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan mitigasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemerintah Kota melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan akan memperkuat pemetaan wilayah rawan kebakaran serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Permukiman padat akan terus kami intervensi dan sosialisasikan. Petugas Damkar Kota Surakarta juga siap siaga 24 jam untuk menangani risiko kebakaran,” tegasnya.

Berdasarkan informasi awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar benda mudah terbakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Respati juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali pos kamling, siskamling, dan forum pertemuan warga sebagai upaya memperkuat kewaspadaan sekaligus mempercepat respons ketika terjadi keadaan darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *