Water Bombing 56 Kali, 28 Ribu Liter Air Diguyurkan ke TPA Putri Cempo
Solo – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, terus dilakukan. Selama tiga hari, helikopter Polri telah melaksanakan 56 kali water bombing dengan total sekitar 28 ribu liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara secara bersamaan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta pemadam kebakaran (Damkar) Solo Raya terus menyisir kawasan TPA untuk memadamkan titik api sekaligus melakukan pendinginan.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, operasi water bombing menjadi dukungan untuk mempercepat pemadaman, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas dari darat.
“Selama tiga hari water bombing yang dilakukan Polri sebanyak 56 kali. Hari pertama 26 kali, hari kedua 20 kali, dan hari ini 10 kali,” kata AKP Lingga.
Setiap kali melakukan pengangkutan, helikopter membawa sekitar 500 liter air. Dengan 56 kali pengangkutan, total volume air yang dijatuhkan ke kawasan TPA Putri Cempo mencapai sekitar 28.000 liter.
Air tersebut diambil langsung dari Sungai Bengawan Solo. Helikopter kemudian membawa air menuju kawasan TPA untuk dijatuhkan pada titik-titik yang masih terlihat mengeluarkan api maupun asap.
“Untuk kapasitas airnya sekitar 500 liter sekali angkut dan air diambil dari Sungai Bengawan Solo,” jelasnya.
Dukungan pemadaman dari udara dinilai penting karena kondisi tumpukan sampah membuat sejumlah titik sulit dijangkau secara maksimal menggunakan peralatan pemadam dari darat.
Sementara itu, personel gabungan tetap melakukan pemadaman secara manual di lokasi. Petugas menggunakan selang dan peralatan pemadam untuk menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Penyiraman dilakukan berulang untuk memastikan bara yang berada di dalam tumpukan sampah tidak kembali memicu kebakaran.
“Untuk kegiatan pemadaman sudah kami lakukan sejak kemarin. Sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman dan akan terus dilakukan sampai selesai,” ujarnya.
Ketebalan tumpukan sampah menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Api yang terlihat di permukaan bukan menjadi satu-satunya perhatian petugas karena bara masih dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sampah dan berpotensi kembali memunculkan titik api.
Karena itu, proses pemadaman juga diikuti dengan pendinginan secara terus-menerus. Titik yang dinilai masih berpotensi kembali terbakar menjadi prioritas penanganan tim gabungan.
Koordinasi antara personel Polri, TNI, dan Damkar Solo Raya terus dilakukan untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Pemadaman dari darat dilakukan bersamaan dengan dukungan water bombing dari udara sesuai kondisi di lapangan.
Hingga Minggu (6/9/2026) siang, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Personel gabungan tetap disiagakan di kawasan TPA Putri Cempo, sementara dukungan pemadaman dari udara dilakukan sesuai kebutuhan.
Petugas memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan dan kawasan TPA Putri Cempo dinyatakan aman.
