Astrid Widayani Berangkatkan Parade Budaya SIAC 2026, Tegaskan Peran Pokdarwis Perkuat Pariwisata Berbasis Masyarakat
Solo – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberangkatkan Parade Budaya Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 dan Parade Prajurit Budaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Surakarta 2026 di kawasan Loji Gandrung, Minggu (19/7/2026). Parade yang menempuh rute Loji Gandrung hingga Ngarsopuro menjadi bagian dari rangkaian SIAC 2026 sekaligus menampilkan semangat pelestarian budaya dan penguatan pariwisata berbasis masyarakat.
Ratusan peserta ambil bagian dalam parade tersebut, terdiri atas anggota Pokdarwis, komunitas budaya, serta seniman mancanegara peserta Solo International Art Camp. Kehadiran peserta dari berbagai negara semakin mempertegas posisi Kota Surakarta sebagai kota budaya yang terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengapresiasi peran Pokdarwis yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, menjaga kelestarian budaya, serta menghadirkan keramahan sebagai identitas Kota Solo.
“Surakarta dikenal sebagai kota budaya yang memiliki kekayaan tradisi, seni, sejarah, dan warisan budaya yang luar biasa. Namun daya tarik sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh bangunan bersejarah atau agenda budayanya, melainkan juga oleh masyarakat yang mampu menjadi tuan rumah yang ramah, peduli, dan bangga terhadap kotanya,” kata Astrid.
Menurutnya, Pokdarwis memiliki peran penting sebagai penggerak yang menghubungkan potensi budaya dengan masyarakat. Selain menghidupkan destinasi wisata, Pokdarwis juga berperan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan serta mengajak masyarakat merasakan manfaat dari berkembangnya sektor pariwisata.
Astrid menegaskan, Parade Prajurit Budaya bukan sekadar pawai budaya, tetapi menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga identitas Surakarta sebagai kota budaya yang terbuka, kreatif, dan berdaya saing.
“Makna Prajurit Budaya bukan hanya mengenakan busana tradisional atau berjalan dalam barisan. Prajurit budaya adalah mereka yang menjaga nilai-nilai luhur, merawat tradisi, menghormati keberagaman, serta menjadi teladan dalam melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota Pokdarwis untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan destinasi wisata tanpa meninggalkan jati diri budaya Surakarta.
Menurut Astrid, pariwisata yang berkualitas harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perkembangan sektor wisata dinilai dapat mendorong pertumbuhan UMKM, membuka ruang bagi seniman untuk berkarya, menggerakkan ekonomi lokal, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memperkuat Pokdarwis sebagai mitra strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi,” tuturnya.
Kepada seluruh peserta parade, Astrid berpesan agar menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung serta menampilkan sikap yang mencerminkan keramahan dan keluhuran budaya Surakarta.
“Jadilah duta wisata dan duta budaya yang membanggakan, yang mampu menunjukkan kepada masyarakat maupun tamu mancanegara bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dihidupi dan diwariskan,” pesannya.
Solo International Art Camp (SIAC) 2026 merupakan penyelenggaraan kelima yang berlangsung pada 16–24 Juli 2026 dengan mengusung tema “Rewriting Tomorrow”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 seniman dari 28 negara melalui rangkaian workshop seni, artist talks, kunjungan budaya, pameran karya, hingga parade budaya sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran budaya internasional.
Melalui kolaborasi antara Pokdarwis dan para seniman internasional, Pemerintah Kota Surakarta berharap SIAC 2026 semakin memperkuat citra Solo sebagai kota budaya berkelas dunia yang mampu menghadirkan pengalaman wisata autentik sekaligus memperluas jejaring kerja sama budaya di tingkat internasional.
