Cedera Tujuh Bulan, Adven Hindarto Tetap Berjuang Raih Perak Porprov Jateng 2026
Semarang – Lifter angkat berat Kota Surakarta, Adven Hindarto, harus berjuang melawan rasa sakit untuk meraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Bertanding di kelas 74 kg putra, Adven tetap mampu naik podium meski mengalami cedera selama tujuh bulan terakhir.
Medali tersebut diraih Adven dalam pertandingan di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Semarang, Rabu (28/10) sore. Hasil itu terasa istimewa karena kondisi fisiknya sempat menghambat persiapan menjelang kompetisi.
Adven mengaku persiapan menuju Porprov kali ini tidak berjalan mudah. Selain harus berjuang memulihkan kondisi akibat cedera, ia juga menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan latihan dan suplemen.
“Untuk meraih medali ini penuh perjuangan. Selama persiapan Porprov, kami berjuang mati-matian supaya bisa mendapatkan medali. Persiapan juga terkendala, termasuk untuk latihan dan suplemen. Namun, puji Tuhan saya bisa mendapatkan medali,” ujar Adven kepada tim media KONI Surakarta.
Cedera yang dialaminya bahkan memengaruhi program latihan menjelang pertandingan. Adven mengungkapkan, satu hingga dua minggu sebelum berlaga, kondisinya tidak memungkinkan untuk menjalani latihan seperti biasa.
Ia menyebut beban seberat 70 kilogram yang biasanya menjadi bagian dari latihan pun sulit diangkat saat kondisinya menurun. Situasi tersebut membuat persiapannya tidak berjalan optimal sebelum turun di arena Porprov.
“Sejak tujuh bulan lalu saya sudah mengalami cedera. Menjelang Porprov, sekitar satu sampai dua minggu sebelumnya, saya tidak bisa melakukan apa-apa. Untuk latihan dengan beban 70 kilogram saja tidak kuat,” ungkapnya.
Kondisi itu turut memengaruhi penampilannya saat bertanding. Adven mengatakan rasa sakit sudah muncul sejak melakukan angkatan squat pertama. Meski demikian, ia tetap berusaha menyelesaikan pertandingan di tengah keterbatasan fisiknya.
Bersama tim, Adven berupaya mengatasi rasa sakit agar tetap bisa melanjutkan angkatan. Ia menyebut sempat menggunakan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa sakit selama pertandingan.
“Dari squat pertama sudah terasa sakit. Saya bersama tim kemudian berusaha mencari cara supaya bisa mengurangi rasa sakit. Puji Tuhan, sampai akhir saya bisa menyelesaikan pertandingan dan mendapatkan hasil terbaik,” tuturnya.
Raihan perak tersebut juga menjadi hasil yang tidak sepenuhnya diperkirakan Adven. Sebelum berangkat ke Semarang, ia mengaku tidak memasang target khusus untuk mendapatkan medali. Baginya, yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya.
Ia pun menyadari hasil angkatan yang dicapai kali ini masih jauh dari rekor pribadinya. Kendati demikian, Adven memilih mensyukuri pencapaian tersebut setelah melewati persiapan yang penuh tantangan.
“Awalnya saya tidak menargetkan apa-apa. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Ternyata, saya diberi karunia oleh Tuhan untuk mendapatkan peringkat kedua. Walaupun hasil angkatan masih jauh dari rekor saya, saya tetap bersyukur,” pungkasnya.
Medali perak tersebut menjadi buah perjuangan Adven dalam membela Kota Surakarta di Porprov Jateng XVII/2026. Di tengah cedera yang membatasi persiapannya, ia tetap mampu menyelesaikan pertandingan dan membawa pulang medali bagi kontingen Kota Bengawan.
