Selasa, 25 Agu, 2026

Jejak Literasi Rara: Dari Pembaca KKPK Hingga Terbitkan Dua Novel Dalam Satu Tahun 

Solo – Berawal dari kegemaran membaca seri buku Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Azzahra Syaharani Widya Dharma Putri atau yang akrab disapa Rara kini berhasil mewujudkan mimpinya sebagai seorang penulis novel.

Gadis asal Ngawi yang baru saja menuntaskan pendidikannya di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sebelas Maret ini sukses menerbitkan dua judul novel dalam satu tahun sepanjang perjalanan karir menulisnya.

Rara menceritakan bahwa ketertarikannya pada dunia literasi terus berkembang sejak kecil hingga memasuki jenjang sekolah menengah. Pada masa pandemi Covid-19, Rara mulai memanfaatkan waktu luangnya untuk lebih tekun menuangkan ide ceritanya ke dalam tulisan digital melalui platform Wattpad dan X.

“Kalau menulis, awalnya ya karena baca. Waktu SD baca KKPK pengen kayak penulis cilik. Tapi baru kesampaian aktif menulis itu waktu SMP dan makin konsisten pas pandemi Covid-19 di SMA,” ungkap Rara saat diwawancarai.

Dinamika Kehidupan dalam Genre Slice of Life 

Berbeda dari kebanyakan penulis fiksi remaja yang berfokus pada kisah asmara, Rara justru mengusung genre slice of life yang berfokus pada dinamika kehidupan, seperti konflik keluarga dan pertemanan. Ide ceritanya banyak terinspirasi dari orang-orang terdekat serta lingkungan sekitar.

Selama menekuni kegiatannya, Rara mengaku sulit untuk menjaga alur di tengah cerita saat tulisan yang dihasilkannya tidak sesuai dengan ekspektasi di pikiran. Meski begitu, dukungan dan respon dari pembaca menjadi hiburan tersendiri baginya.

“Komennya sebenarnya menurutku lebih ke komentar lucu dan itu hiburan buat aku. Jadi ada kepuasan sendiri sih, sekaligus healing baca komen mereka tuh, mood banget asli,” ungkap Rara.

Keberanian Melangkah ke Lembaran Cetak 

Perjalanan Rara tak berhenti di platform digital. Tahun 2025, dari keisengannya mengirimkan salah satu tulisannya di Wattpadke sebuah penerbit. Naskah tersebut ternyata mendapatkan respon dari penerbit dan resmi terbit di bulan Juni sebagai novel pertamanya yang berjudul Gerhana.

Di tahun yang sama, Rara kembali menerbitkan novel keduanya yang berjudul Serenade Karsa. Novel yang berhasil ia tulis dalam mengikuti ajang 30 Days Writing Challenge, hasil dari konsistensinya menulis 1.000 kata perhari.

Bagi Rara, di era sekarang banyak jalan untuk bisa menerbitkan buku. Namun, tantangan terberat justru datang dari konsistensi dan keberanian diri sendiri untuk melangkah lebih jauh.

“Sebenarnya di zaman sekarang nerbitin buku itu nggak susah karena banyak penerbit yang mau memfasilitasi naskah kita. Cuma yang susah memang konsisten untuk menamatkan satu naskah, butuh keyakinan dan kepercayaan diri juga untuk memasukkan naskah kita ke penerbit,” terangnya.

Menjelajah Dunia Konten Kreator Review Buku 

Tak hanya menulis, Rara juga membagikan pengalaman membacanya dengan membuat konten mengulas buku berdasarkan sudut pandang pribadinya di media sosial.  Konten yang dibawakan Rara bergaya santai yang diunggah melalui akun TikTok dan Instagram.

“Aku ngonten awalnya sih di Instagram ya, cuma bentuknya kayak feeds gitu. Aku sharing kayak bacaan yang aku baca, terus aku bikin review menurut pandangku kayak iseng-iseng aja sih. Tapi lama-kelamaan mulai percaya diri, aku bikin versi videonya juga,” ungkap Rara.

“Magical”: Mulai Saja Dulu! 

“Seru” dan “Magical” dua kata yang menurut Rara menggambarkan proses menulisnya selama ini. Ia membagikan pesan menyentuh bagi siapa saja yang ingin mulai menulis tetapi masih merasa ragu dan insecure.

Menurutnya siapapun yang sudah pernah menuangkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan, bahkan sesimple menulis di buku harian pada dasarnya sudah menjadi seorang penulis.

“Kalau nulis jangan mikir bakal ada yang baca atau enggak. Tapi gimana caranya apa yang ada di otak kalian itu bisa tertuang dalam tulisan. Jadi jangan berpikir tulisan kalian jelek. Tapi berpikirlah, kalau dengan kalian menulis, kalian bisa menuangkan apa yang ada di pikiran kalian. Dan mana tahu tulisan kalian itu nanti berguna bagi orang lain,” pesannya. (Salsabila Nurul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz