Selasa, 25 Agu, 2026

Mahasiswa ISI Surakarta Gelar Workshop Gantungan Kunci Clay untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa YPAC

Solo – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Audia Sahara Maharani, menggelar workshop pembuatan gantungan kunci berbahan air dry clay bagi siswa SDLB D YPAC Surakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari ProMaDam (Program Mahasiswa Berdampak) FSRD ISI Surakarta Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan pengalaman kreatif sekaligus mengembangkan keterampilan peserta didik berkebutuhan khusus melalui praktik seni.

Workshop yang berlangsung pada 17 Juli 2026 di Aula SLB D & D1 YPAC Surakarta ini mengajak para siswa mengenal karakteristik air dry clay, mempelajari teknik dasar membentuk objek tiga dimensi, proses pewarnaan, hingga tahap akhir pemasangan ring gantungan kunci. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara interaktif dengan pendampingan sehingga setiap peserta dapat mengikuti proses sesuai kemampuan dan karakteristik belajarnya.

Selama pelaksanaan workshop, para siswa tampak antusias menuangkan ide menjadi berbagai bentuk dan warna yang unik. Selain menghasilkan karya kerajinan, kegiatan ini juga melatih kemampuan motorik halus, konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan menyelesaikan suatu proses kerja secara bertahap.

Dosen pembimbing ProMaDam, Luluk Khoironi Maknun, menjelaskan bahwa workshop tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil akhir produk, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan mengekspresikan diri melalui media seni.

“Workshop ini tidak hanya menitikberatkan pada produk yang dihasilkan, tetapi juga proses belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba, bereksplorasi, dan membangun rasa percaya diri melalui karya yang mereka buat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SLB D YPAC Surakarta, Jalaludin Khawarizmi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara ISI Surakarta dan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman belajar baru sekaligus membantu mengembangkan potensi peserta didik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain melatih kreativitas, juga membantu meningkatkan kemampuan motorik, kesabaran, serta membuka peluang bagi siswa untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” katanya.

Hal senada disampaikan mentor pendamping YPAC Surakarta, Wiwik Haryanti. Ia menilai metode pembelajaran berbasis praktik membuat siswa lebih aktif selama kegiatan berlangsung.

“Saya melihat anak-anak sangat antusias. Mereka saling berbagi ide, bekerja sama, hingga sabar bergantian menggunakan alat. Workshop seperti ini sangat baik untuk melatih motorik sekaligus meningkatkan kreativitas mereka,” ungkapnya.

Sebagai penyelenggara sekaligus pemateri, Audia Sahara Maharani mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi ilmu Desain Komunikasi Visual untuk mendukung pendidikan inklusif melalui pendekatan kreatif.

“Melalui workshop ini saya ingin mengajak siswa mengenal proses kreatif yang sederhana namun menyenangkan. Saya berharap pengalaman ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dan menjadi bekal untuk menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi di masa depan,” jelas Audia.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara ISI Surakarta dan SLB D & D1 YPAC Surakarta diharapkan terus berkembang melalui berbagai program kreatif yang mendukung peningkatan keterampilan, kreativitas, serta pemberdayaan peserta didik berkebutuhan khusus. Workshop ini juga menjadi bukti bahwa seni dan desain dapat menjadi media pembelajaran yang inklusif, menyenangkan, sekaligus membuka peluang lahirnya karya-karya bernilai dari para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz