Selasa, 25 Agu, 2026

NPC Indonesia Apresiasi Polri Hadirkan Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026

Jakarta – National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menghadirkan kategori pertandingan khusus atlet penyandang disabilitas dalam kejuaraan bulu tangkis Kapolri Cup 2026.

Keberadaan kategori disabilitas dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kompetisi bagi atlet para bulu tangkis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap olahraga penyandang disabilitas. Kejuaraan ini juga memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengasah kemampuan melalui pertandingan yang kompetitif.

Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi, menyebut kehadiran kategori disabilitas dalam Kapolri Cup 2026 menjadi sejarah bagi NPC Indonesia karena atlet penyandang disabilitas mendapat ruang untuk tampil dalam kompetisi tingkat nasional bersama kategori lainnya.

“Ini merupakan sejarah bagi NPC Indonesia, kita bisa diberikan ruang untuk berada di sebuah kompetisi tingkat nasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada institusi Polri, kepada bapak Kapolri, yang sudah memfasilitasi kita, memberikan atensi, apresiasi dan pengakuan, khususnya kepada atlet-atlet disabilitas dengan memberikan ruang serta kesetaraan,” kata Ukun, Jumat (24/7/2026).

Menurut Ukun, keikutsertaan atlet disabilitas dalam Kapolri Cup juga dapat meningkatkan eksistensi NPC Indonesia sekaligus menjadi motivasi bagi atlet senior maupun atlet potensial dari berbagai daerah.

“Dengan adanya kegiatan ini, keberadaan NPC Indonesia akan semakin dikenal di seluruh pelosok Indonesia dan tentunya kompetisi ini juga menjadi salah satu bentuk motivasi terhadap semua atlet, baik dari yang senior maupun atlet-atlet potensial dari setiap daerah,” lanjutnya.

Kapolri Cup 2026 akan dipusatkan di Jakarta pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Khusus kategori disabilitas, terdapat enam nomor pertandingan yang akan diperebutkan oleh sekitar 70 atlet dari 10 provinsi.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Riau.

Sejumlah atlet yang tengah dipersiapkan menuju Asian Para Games 2026 juga akan memperkuat daerah masing-masing. Mereka di antaranya Leani Ratri Oktila dari Riau, Khalimatus Sadiyah dari Jawa Timur, Qonitah Ikhtiar Syakuroh dari DIY, Subhan dari Jawa Tengah, dan Hikmat Ramdani dari Jawa Barat.

Ukun menjelaskan, jumlah atlet penyandang disabilitas yang berpotensi mengikuti kompetisi sebenarnya lebih banyak. Namun, proses klasifikasi menjadi salah satu faktor yang membatasi jumlah peserta.

“Sebenarnya untuk pesertanya itu banyak sekali. Tetapi karena kejuaraan untuk atlet disabilitas ini membutuhkan proses klasifikasi dan klasifikasinya itu tidak mudah, sehingga atlet yang akan terjun adalah atlet-atlet yang sudah terklasifikasi secara nasional dan internasional. Semuanya adalah atlet-atlet terbaik Indonesia,” jelasnya.

Dorong Olahraga yang Lebih Inklusif

Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengatakan kolaborasi dengan NPC Indonesia merupakan bagian dari komitmen Polri menghadirkan kompetisi olahraga yang inklusif.

Menurutnya, olahraga harus dapat diakses dan dinikmati seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kehadiran kategori khusus tersebut sekaligus memberikan ruang bagi atlet disabilitas untuk berkompetisi dan menunjukkan prestasinya.

“Kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif dan memberikan ruang bagi para atlet penyandang disabilitas untuk turut berpartisipasi dan berprestasi,” kata Ahmad Ramadhan.

Kapolri Cup 2026 digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Selain kategori disabilitas, turnamen tersebut juga mempertandingkan kategori khusus anggota Polri dan kategori umum yang digelar melalui kolaborasi dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Ahmad berharap kolaborasi Polri, PBSI, dan NPC Indonesia dapat membuat Kapolri Cup 2026 berjalan sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga nasional.

“Dengan kolaborasi bersama PBSI dan NPC Indonesia, serta dukungan seluruh pihak, kami berharap kejuaraan bulu tangkis Kapolri Cup 2026 ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat positif bagi perkembangan olahraga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ucap Ahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz