Selasa, 25 Agu, 2026

Para Atletik Indonesia Borong 16 Medali di Meksiko, Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia

Solo – Tim para atletik Indonesia menorehkan prestasi gemilang dalam ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko. Indonesia berhasil membawa pulang 16 medali, terdiri dari 15 emas dan satu perak, dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-24 Juli 2026.

Perolehan tersebut menempatkan Indonesia di posisi runner-up klasemen akhir perolehan medali. Indonesia hanya berada di bawah tuan rumah Meksiko yang mendominasi dengan raihan 99 medali emas, 101 perak, dan 81 perunggu.

Sebanyak 26 negara ambil bagian dalam ajang yang merupakan kompetisi level dua dalam kalender World Para Athletics tersebut. Sejumlah atlet Indonesia tampil dominan dengan menyumbangkan lebih dari satu medali.

Nanda Mei Sholihah yang turun di klasifikasi T47 menyumbangkan tiga medali emas, masing-masing dari nomor individu dan relay. Dua medali emas lainnya dari nomor individu diraih Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim.

Medali emas Indonesia lainnya disumbangkan Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, serta Suparni Yati. Sementara satu-satunya medali perak diraih Jaenal Aripin.

Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi pencapaian para atlet. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan dampak positif dari program pemusatan latihan nasional jangka panjang yang telah dijalankan.

“Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47,” kata Setyo Budi Hartanto, Senin (27/7/2026).

Pecahkan Rekor Dunia

Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa. Ia berhasil memecahkan rekor dunia pada nomor lempar cakram klasifikasi F57.

Kadek mencatatkan lemparan sejauh 48,68 meter. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, dengan jarak 48,55 meter.

Kadek mengaku tidak menyangka lemparannya mampu menghasilkan rekor dunia. Ia hanya berusaha tampil maksimal tanpa memasang ekspektasi terlalu tinggi.

“Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata dari lemparan sebisanya itu malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih enggak expect,” tutur Kadek.

Perjalanan panjang dari Indonesia menuju Meksiko menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Kadek. Selain itu, ia juga harus beradaptasi dengan makanan selama berada di Meksiko.

Namun, kedua kendala tersebut dapat diatasi dengan istirahat yang cukup dan membawa bekal makanan dari Indonesia.

“Kendala yang pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia. Jadi, dua kendala itu bisa kita atasi,” jelas Kadek.

Modal Menuju Asian Para Games

Setyo Budi menilai penampilan di Meksiko memiliki arti penting bagi persiapan menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Selain menjadi ajang pemanasan, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Dengan waktu sekitar tiga bulan sebelum Asian Para Games, tim pelatih akan melakukan evaluasi dan pengembangan performa agar atlet dapat mencapai puncak penampilan di Nagoya.

“Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti,” tutur Setyo Budi.

Sementara itu, Nanda Mei Sholihah juga mengaku mendapatkan modal penting dari penampilannya di Meksiko. Selain meraih tiga emas, Nanda berhasil memecahkan rekor Asia pada nomor 100 meter klasifikasi T45/46/47 dan mencatatkan rekor pribadi pada nomor 200 meter.

Nanda menyebut persiapan panjang yang dijalani bersama tim menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi tantangan, termasuk perjalanan panjang menuju Meksiko.

“Sebenarnya yang menjadi lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan,” kata Nanda.

Hasil tersebut membuat Nanda semakin termotivasi menghadapi Asian Para Games 2026. Ia dijadwalkan tampil pada nomor 100 meter, 200 meter, dan relay.

“Target selanjutnya di Asian Para Games 2026. Saya mengikuti tiga nomor, di 100 meter, 200 meter dan relay. Harapan saya, lebih semangat lagi, bisa mencapai target pribadi, bahkan mimpinya bisa memecahkan rekor-rekor yang sudah ada,” ucap Nanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz