Respati Dorong Ekonomi Syariah dan Wellness Tourism untuk Perkuat Ekonomi Solo
Solo – Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat fundamental ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi syariah, UMKM, investasi, dan sektor pariwisata.
Salah satu peluang yang tengah didorong adalah pengembangan wisata syariah di kawasan Kauman serta pengembangan wellness tourism untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Surakarta.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan hal tersebut dalam acara Road to FESyar Jawa 2026 SYEKATEN (Syiar Ekonomi Syariah dan Pesantren Solo Raya) bertajuk “Sinergi Berkarya, Halal Berdaya” di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Menurut Respati, penguatan ekonomi daerah perlu dilakukan dengan menangkap berbagai peluang baru sekaligus mengantisipasi tantangan pembangunan, mulai dari ketahanan ekonomi, pendidikan, kesehatan mental hingga kesiapan menghadapi bonus demografi.
“Ini menjadi penting sekali yang perlu kita selesaikan, empat pilar utama yang akan kita selesaikan,” ujar Respati.
Dalam sektor ekonomi, Respati menilai kondisi fiskal Kota Surakarta memberikan ruang untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, terutama untuk menjaga daya beli dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Pemerintah, kata dia, berperan membangun ekosistem ekonomi melalui berbagai kegiatan seperti festival, pasar rakyat, pengembangan UMKM, penyediaan akses publik, hingga transportasi. Sementara pelaku usaha didorong untuk menangkap peluang pasar baru dan meningkatkan nilai tambah produk.
Dorong Wisata Syariah hingga Wellness Tourism
Selain ekonomi syariah, Pemkot Surakarta juga menyiapkan sejumlah pengembangan kawasan dan destinasi wisata. Salah satunya menjadikan kawasan Kauman sebagai destinasi wisata syariah atau wisata halal.
Pengembangan juga diarahkan ke kawasan Sriwedari serta pengelolaan pemakaman melalui konsep makam susun sebagai salah satu alternatif menghadapi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Sementara di sektor pariwisata, Pemkot Surakarta berupaya memperluas jenis wisata yang ditawarkan. Selama ini Solo dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata kuliner. Ke depan, konsep wellness tourism dinilai dapat menjadi peluang untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan.
“Di Solo ini selalu dibilang kota kuliner. Tapi kita perlu tambah supaya length of stay bertambah, supaya wisatawan tetap bertahan lama di sini. Kita tambahkan yaitu wellness tourism,” katanya.
Pengembangan berbagai potensi tersebut membutuhkan keterlibatan pelaku usaha untuk menciptakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan maupun masyarakat.
Di sisi lain, Pemkot Surakarta berkomitmen menciptakan iklim investasi dan usaha yang lebih mudah. Salah satunya melalui percepatan proses investasi dan penyederhanaan perizinan.
“Saya berharap betul kepada pelaku usaha, kita ada investasi fast track, jadi bebas pungli, bebas hambatan, mulai perizinan PBG sampai lain-lain, akan kita permudah semua,” tegasnya.
Respati berharap kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kota Surakarta. Pengembangan ekonomi syariah, UMKM, investasi, dan pariwisata diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
