Kamis, 01 Okt, 2026

Kendal Tornado FC Tak Masalah Tampil Tanpa Penonton, Stefan: Sudah Terbiasa Sejak Musim Lalu

Solo – Kendal Tornado FC tidak mempermasalahkan pertandingan kandang tanpa penonton saat menghadapi Barito Putera pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (26/9/2026).

Laga tersebut dipastikan digelar tanpa kehadiran penonton. Stadion Sriwedari yang berada di tepi Jalan Slamet Riyadi merupakan salah satu situs cagar budaya, sehingga pelaksanaan pertandingan harus menyesuaikan ketentuan yang berlaku di lokasi tersebut.

Meski harus bermain tanpa dukungan langsung dari suporter, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai persoalan besar bagi Kendal Tornado FC.

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, justru mengaku sudah memiliki pengalaman menghadapi pertandingan tanpa penonton pada musim sebelumnya.

Pengalaman tersebut membuat Stefan dan para pemainnya tidak membutuhkan banyak penyesuaian ketika harus tampil dalam atmosfer stadion yang lebih sepi.

“Kalau tanpa penonton, menurut saya tidak terlalu masalah. Musim lalu kami juga sudah pernah bermain dalam situasi seperti ini, jadi saya sudah cukup terbiasa,” kata Stefan Keeltjes, Kamis (24/9/2026).

Menurut Stefan, absennya penonton memang membuat atmosfer pertandingan berbeda. Namun, situasi tersebut tidak boleh memengaruhi konsentrasi pemain dalam menjalankan rencana permainan.

Ia meminta anak asuhnya tetap fokus sejak awal pertandingan dan tidak menjadikan kondisi tanpa penonton sebagai alasan.

“Kami tetap harus fokus ke pertandingan. Yang penting bagaimana kami menjalankan strategi dan memberikan yang terbaik di lapangan,” ujarnya.

Waspadai Permainan Bertahan Barito Putera

Laga melawan Barito Putera akan menjadi ujian pertama Kendal Tornado FC di kandang pada musim 2026/2027.

Stefan menilai Barito Putera masih memiliki sejumlah karakteristik permainan yang tidak jauh berbeda dibandingkan musim sebelumnya.

Di bawah arahan pelatih Hendri Susilo, Barito Putera disebut mengandalkan pertahanan yang kompak sebelum mencari peluang melalui serangan balik.

“Saya pikir Barito tetap diisi dengan muka-muka lama, terus dengan gaya main yang sama. Memang adanya Coach Hendri Susilo, mereka lebih mengedepankan compact defense lalu melakukan counter attack,” jelas Stefan.

Karakter permainan tersebut membuat Kendal Tornado FC harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Selain pola permainan, Stefan juga memberikan perhatian terhadap sejumlah pemain Barito Putera yang dinilai mampu menjadi pembeda dalam pertandingan.

Nama Renan Alves dan Bayu Pradana menjadi dua pemain yang secara khusus mendapat perhatian dari pelatih Kendal Tornado FC.

“Tapi saya lihat di sana ada pemain-pemain yang biasa menjadi pembeda di pertandingan seperti Renan Alves, dia punya Bayu Pradana. Itu juga yang buat kami bahwa itu juga masih berbahaya sama seperti musim-musim sebelumnya,” tutur Stefan.

Kendal Tornado FC sebelumnya menunjukkan modal positif dalam laga tandang awal musim dengan mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan mencatatkan clean sheet.

Kini, Laskar Bahurekso akan menjalani laga kandang pertama musim ini dengan menghadapi Barito Putera di Stadion Sriwedari. Tanpa dukungan langsung penonton, Stefan menegaskan fokus tim tetap pada disiplin menjalankan strategi dan menjaga konsentrasi selama 90 menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE
Persada FM 102.2 MHz